lifestyle

5 Fakta Menarik Hujan Meteor Lyrids April 2026, Fenomena Antariksa yang Sudah Pernah Muncul Sejak 687 SM, Kini Bisa Dilihat dengan Jelas di Indonesia!

Rabu, 22 April 2026 | 18:15 WIB
Potret hujan meteor lyrids yang mencapai puncaknya pada 22-23 April 2026 dan dapat diamati dengan jelas di langit Indonesia (Instagram/caity.dinsdale)

3. Dijuluki Meteor Bola Api (Fireballs)

Salah satu keunikan Lyrids adalah kemampuannya menghasilkan meteor yang sangat terang. Fenomena ini juga kerap dijuluki meteroe "bola api" (fireballs) karena kemunculannya yang lebih terang dan cepat.

Meteor jenis ini bisa bersinar lebih terang dari planet Venus dan sering meninggalkan jejak cahaya yang bertahan beberapa detik di langit. Inilah yang membuat Lyrids begitu memukau bagi para pengamat.

Baca Juga: Heboh Objek Bercahaya Melitas di Langit Lampung Picu Beragam Spekulasi, dari Meteor, Rudal hingga Misi Artemis II NASA

4. Lyrids Punya 'Kejutan Langka'

Hujan meteor Lyrids berasal dari sisa debu Komet C/1861 G1 Thatcher yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.

Meteor-meteor ini melesat dengan kecepatan sekitar 47 kilometer per detik. Dalam kondisi langit gelap dan cerah, fenomena unik ini bisa terlihat bermunculan sekitar 10–20 meteor per jam.

Meski tergolong sedang, Lyrids dikenal punya "kejutan" langka berupa lonjakan jumlah meteor yang bisa meningkat drastis hingga puluhan bahkan ratusan dalam kondisi tertentu.

Terkadang kemunculannya bisa berubah menjadi 'badai' meteor dengan intensitas hingga 100 meteor per jam, seperti yang terjadi pada tahun 1982, namun sulit diprediksi kapan lonjakan ini akan terjadi kembali.

Baca Juga: Fakta Menarik Space Debris, Sampah Antariksa yang Sering Terlihat Mirip Meteor Jatuh di Langit Indonesia, Keberadaannya Bisa Mengganggu Orbit Bumi?

5. Bisa Dilihat di Indonesia, Puncaknya 22–23 April 2026

Kabar baiknya, fenomena ini dapat disaksikan dengan jelas dari Indonesia. Puncak hujan meteor Lyrids terjadi pada malam 22 April hingga dini hari 23 April 2026.

Waktu terbaik untuk mengamati adalah mulai pukul 02.00 WIB hingga menjelang matahari terbit, saat posisi radian sudah tinggi di langit.

Untuk hasil maksimal, disarankan mencari lokasi minim polusi cahaya, seperti daerah pinggiran kota atau pegunungan, serta mengamati dengan mata telanjang tanpa alat bantu.

Baca Juga: Unik! 7 Fenomena Antariksa Akan Menghiasi Langit Ramadhan 2026, Ada Parade Planet hingga Gerhana Bulan Total, Bisa Diamati dari Indonesia?

Halaman:

Tags

Terkini