Jika tidak segera dilepas, zat tersebut dapat terus bereaksi dengan jaringan tubuh dan memperparah luka yang terjadi.
Namun proses melepas pakaian harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menyebarkan zat kimia ke bagian tubuh lainnya.
Setelah pakaian dilepas, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa tidak ada zat kimia kering yang masih menempel pada kulit.
Beberapa bahan kimia dapat berbentuk serbuk atau residu yang menempel di kulit. Jika tidak dibersihkan terlebih dahulu, zat tersebut dapat bereaksi ketika terkena air dan menimbulkan kerusakan tambahan.
Karena itu, langkah ini bertujuan untuk mengurangi jumlah bahan kimia yang masih berada di permukaan kulit sebelum proses pembilasan dilakukan.
Baca Juga: 8 Makanan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Kulit: Cegah Kulit Kusam dan Kering
Tahap berikutnya merupakan langkah yang sangat penting dalam penanganan luka akibat zat kimia, yaitu membilas area yang terkena dengan air bersih dalam jumlah yang banyak.
Berikan air yang banyak atau air mengalir ke area yang terkena zat kimia selama 1 jam secara terus menerus.
Pembilasan dengan air mengalir bertujuan untuk mengencerkan serta menghilangkan sisa zat kimia yang masih berada pada kulit.
Proses ini perlu dilakukan dalam waktu yang cukup lama agar bahan kimia benar-benar terangkat dari permukaan kulit.
Semakin cepat proses pembilasan dilakukan, semakin kecil kemungkinan zat kimia tersebut menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih dalam.
Baca Juga: Skincare Mahal Belum Cukup! Jaga Pola Makan dengan 6 Asupan Ini agar Kulit Sehat dan Bercahaya
Kesalahan yang sering terjadi dalam penanganan luka akibat zat kimia adalah memberikan bahan lain seperti krim, salep, atau bahkan zat kimia lain untuk menetralisir.