Kamis, 4 Juni 2026

Cara Mengenali Gigitan Serangga dari Bekas di Kulit, Ini Perbedaan Nyamuk, Semut, hingga Kalajengking

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Jumat, 20 Maret 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi berbagai bentuk bekas gigitan serangga pada kulit yang dapat membantu mengenali jenis serangga penyebabnya.  (X/tb_siswadi)
Ilustrasi berbagai bentuk bekas gigitan serangga pada kulit yang dapat membantu mengenali jenis serangga penyebabnya. (X/tb_siswadi)

 

SketsaNusantara.id - Gigitan atau sengatan serangga merupakan kejadian yang cukup umum dialami oleh banyak orang.

Meski sering dianggap sepele, bekas gigitan tersebut sebenarnya dapat memberikan petunjuk penting mengenai jenis serangga yang menjadi penyebabnya.

Dengan memperhatikan bentuk, jumlah, serta pola kemerahan pada kulit, seseorang dapat memperkirakan serangga apa yang telah menggigit atau menyengat.

Baca Juga: Mengenal Malaria, Penyakit Endemik di Indonesia yang Disebabkan Nyamuk, Bisa Menular dari Manusia? Berikut Gejalanya

Informasi mengenai hal ini dibagikan melalui media sosial dan menjadi perhatian publik karena memberikan edukasi sederhana tentang cara mengenali bekas gigitan serangga.

Pengetahuan tersebut dinilai penting, terutama untuk membantu masyarakat memahami reaksi kulit yang muncul setelah terkena gigitan serangga.

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @tb_siswadi, dijelaskan bahwa setiap jenis serangga memiliki pola gigitan atau sengatan yang berbeda-beda pada kulit manusia.

Baca Juga: Waspada Tomcat Berkeliaran di Alun-Alun Jember, Begini Gejala dan Cara Mengatasi jika Terkena Racun Serangga Ini Sekaligus Pencegahannya

Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa gigitan atau sengatan serangga sering kali bisa dikenali dari bentuk bekasnya di kulit.

Hal ini berarti bahwa kondisi kulit setelah terkena gigitan dapat menjadi petunjuk awal untuk mengidentifikasi jenis serangga yang menyerang.

Setiap serangga memiliki karakteristik gigitan yang khas. Bekas yang ditinggalkan pada kulit biasanya berbeda, baik dari segi bentuk, ukuran, maupun jumlahnya.

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa setiap jenis serangga biasanya meninggalkan pola gigitan atau sengatan yang berbeda.

Oleh karena itu, dengan memperhatikan detail pada kulit seperti bentuk benjolan, warna kemerahan, hingga pola penyebaran gigitan, seseorang dapat menebak jenis serangga yang menjadi penyebabnya.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @tb_siswadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X