lifestyle

Bolehkah Tidur Lagi Setelah Sahur? Begini Kata Dokter Tirta Mengenai Risikonya Bagi Tubuh

Minggu, 1 Maret 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi tidur setelah sahur (Pixabay xiangying_xu)

 

SketsaNusantara – Godaan untuk kembali menarik selimut setelah menyantap hidangan sahur memang sangat berat, terutama saat kantuk menyerang menjelang waktu imsak dan subuh. 

Namun, pakar kesehatan sekaligus influencer Dokter Tirta Mandira Hudhi memberikan peringatan keras terkait kebiasaan ini.

"Sunnahnya setelah sahur itu ngaji sama zikir, ini ada alasannya lho," ungkap dokter Tirta dikutip dari kanal YouTube HealthyClippp.

Baca Juga: Suara Serak Mengganggu Saat Puasa? Inilah 6 Cara Ampuh Cegah Tenggorokan Kering Setelah Makan Gorengan saat Sahur, Bikin Ibadah Makin Nyaman

"Sunnah nya itu setelah sahur tidak tidur tapi bekerja, kalau tiada kerjaan ngaji," imbuhnya.

Menurut Dokter Tirta, tidur sesaat setelah perut terisi penuh saat sahur dapat memicu berbagai gangguan kesehatan yang justru akan mengganggu kenyamanan ibadah puasa kamu sepanjang hari.

Dokter Tirta mengatakan bahwa tidur lagi setelah sahur akan mengacaukan jam tidur sama pencernaan kita.

Baca Juga: ‎7 Ucapan Sahur Ramadhan 1447 Hijriah, Pesan untuk Semangat Bangun Sahur dan Berpuasa

Menurutnya, saat kita tidur, fungsi metabolisme tubuh melambat, termasuk sistem pencernaan. 

Makan sahur yang seharusnya menjadi sumber energi justru akan "tertahan" di lambung lebih lama jika kamu langsung tidur. 

Hal ini sering kali menyebabkan perut terasa begah, kembung, atau tidak nyaman saat bangun di pagi hari untuk beraktivitas.

Baca Juga: Resep Daging Gulung Sawi Spesial dari Chef Devina Hermawan, Hidangan Sehat dan Lezat tuk Sahur Pertama!

Dokter Tirta juga mengingatkan bahwa kalori yang masuk saat sahur seharusnya digunakan sebagai energi untuk beraktivitas.

Jika langsung dibawa tidur, energi tersebut tidak terpakai dan tubuh cenderung menyimpannya dalam bentuk lemak.

Halaman:

Tags

Terkini