lifestyle

Rahasia Awet Muda Ternyata Ada dalam Puasa Ramadhan, Berikut ini Fakta Ilmiahnya

Kamis, 19 Februari 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi awet muda karena rajin puasa. (Pexels/Angela Roma)

SketsaNusantara.id - Puasa Ramadhan tidak hanya bermakna sebagai ibadah spiritual.

Di balik praktik menahan lapar dan dahaga, tersimpan manfaat kesehatan yang kini semakin terungkap. Sejumlah penelitian ilmiah menguatkan nilai hikmah di balik perintah puasa.

Ajaran Islam sejak lama mengajarkan puasa sebagai bentuk ketaatan. Kini, kajian ilmiah modern justru membuktikan dampak positifnya bagi tubuh. Salah satu manfaat penting adalah pencegahan penuaan dini.

Baca Juga: Sambut Puasa! Ini 10 Link Twibbon Ramadhan 2026 atau 1447 Hijriah, Ramadhan Mubarak bagikan di Media Sosial Mulai Sekarang

Hal itu diungkapkan oleh dr. Agus Taufiqurrahman yang menjelaskan hubungan puasa dengan kesehatan sel tubuh.

Ia menyebut penuaan dini kini menjadi fokus kajian para ilmuwan dunia. Banyak riset dilakukan untuk menemukan cara menjaga tubuh tetap sehat di usia lanjut.

“Di antara yang ramai saat ini adalah ilmuwan mencari bagaimana kita itu bisa awet muda, sekalipun umurnya tua tetapi tidak rapuh. Sehingga orang belajar tentang anti aging luar biasa,” katanya, dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Baca Juga: MUI Keluarkan Fatwa Haram Buang Sampah Sembarangan Jelang Ramadhan, Benarkah Mencemari Lingkungan Bisa Bikin Puasa Tidak Sah? Begini Penjelasannya

Penuaan kerap dipandang sebagai ancaman bagi manusia modern. Kondisi tersebut mendorong munculnya berbagai produk kecantikan dan perawatan tubuh. Namun, ajaran Islam telah lebih dahulu menawarkan solusi alami melalui puasa.

Puasa diyakini mampu membantu tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak. Dalam dunia medis, proses ini dikenal sebagai autofagi. Proses tersebut memungkinkan tubuh membersihkan sel mati dan menggantinya dengan sel baru.

dr. Agus menjelaskan bahwa mekanisme autofagi bekerja lebih optimal saat seseorang berpuasa.

Dalam kondisi tanpa asupan makanan, tubuh akan memanfaatkan cadangan energi secara efisien. Pada saat yang sama, proses pembersihan sel berlangsung lebih efektif.

“Ketika orang dalam kondisi berpuasa proses autofaging itu berjalan jauh lebih baik, maka bagi mereka yang tidak punya ajaran Puasa Ramadan seperti kita ini, kemudian memunculkan ide diet intermittent, sehari puasa sehari tidak, bagi kita sudah punya tuntunan Puasa Daud,” lanjutnya.

Fenomena diet intermittent di berbagai negara menjadi bukti ketertarikan dunia terhadap konsep puasa. Metode ini diterapkan untuk menjaga metabolisme tubuh dan memperlambat penuaan. Dalam Islam, praktik tersebut sudah lama dikenal melalui puasa sunnah.

Halaman:

Tags

Terkini