lifestyle

Kenapa Gen Z Mudah Resign? Abil Sudarman Bongkar Akar Masalahnya, Bukan Sekadar Tidak Loyal

Senin, 8 Desember 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi akan resign dari pekerjaan. (Freepik/



SketsaNusantara.id - Diskusi mengenai hubungan antar-generasi di dunia kerja kembali memanas setelah Career Counselor Abil Sudarman mengunggah sebuah video berisi penjelasan blak-blakan tentang alasan Gen Z disebut mudah resign dan dinilai kurang loyal terhadap perusahaan.

Unggahan tersebut sontak ramai dibahas dan memunculkan gelombang komentar dari warganet lintas generasi.

Dilansir SketsaNusantara.id dari video yang dibagikan melalui akun Instagram resminya @abilsudarman, Abil mengawali pernyataan dengan kutipan yang langsung menyita perhatian.

Baca Juga: Daftar Ide Kado yang Cocok untuk Rayakan Hari Ibu Tahun 2025, Kejutan Hangat nan Spesial untuk Para Ibu di Indonesia

“Gen Z itu terkenal generasi yang paling sering resign, tau gak kenapa?” ucapnya dalam video pembuka.

Ia kemudian menjelaskan bahwa berdasarkan data, penyebab umum yang sering muncul adalah lingkungan kerja yang tidak nyaman.

Namun ia menegaskan bahwa persoalan utama bukan sekadar pada perusahaan secara keseluruhan, melainkan faktor yang jauh lebih dekat dengan keseharian karyawan.

Baca Juga: Indonesia Banget! 5 Ide Kado Natal dari Produk Lokal, Ada Kain Tradisional hingga Teh Nusantara, Cocok untuk Kumpul Keluarga

“Kalau menurut data itu karena perusahaannya gak enak, gak nyaman. Tapi sebenarnya bukan salah perusahaannya menurut gue,” katanya.

Abil kemudian menyoroti bahwa sumber tekanan terbesar kerap muncul dari atasan langsung.

“Yang ngaruh tuh bosnya. Atasan langsung ya, manajernya. Atau eksekutif-eksekutif di timnya nih,” jelasnya.

Baca Juga: Ucapan untuk Perayaan Hari Nusantara 2025, Lengkap Tema Cocok untuk Caption Medsos 13 Desember

Menurutnya, gaya kepemimpinan yang buruk, tuntutan tidak masuk akal, dan volume kerja yang terlalu besar menjadi pemicu utama stres, terutama bagi karyawan junior.

Pada bagian berikutnya dalam video, ia memberikan contoh nyata yang juga dialami oleh banyak pekerja, termasuk di perusahaan besar maupun instansi pemerintah.

Halaman:

Tags

Terkini