SketsaNusantara.id - Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out menjadi perhatian serius di tengah arus informasi yang cepat dan masif. Dalam video YouTube Malaka berjudul Salah Langkah Akibat FOMO.
Angellie Nabilla secara lugas membedah bagaimana FOMO mendorong banyak orang untuk mengambil keputusan penting tanpa pertimbangan matang, mulai dari memilih jurusan kuliah hingga menentukan karir.
Ketika Media Sosial Jadi Sumber Kecemasan
Kita hidup di era digital yang memungkinkan kita melihat pencapaian orang lain secara instan. Angellie membuka pembahasannya dengan narasi yang sangat relevan: tentang seseorang yang pulang kerja, rebahan, lalu scroll media sosial dan merasa seperti seorang gagal.
Timeline media sosial yang dipenuhi prestasi orang lain kerap kali menumbuhkan rasa rendah diri dan kegelisahan.
Banyak dari kita merasa tertinggal karena melihat teman sebaya sukses sebagai content creator, bekerja di luar negeri, atau menjalani hidup layaknya selebritis.
FOMO dan Pengaruhnya terhadap Keputusan Besar
FOMO tak hanya sebatas keinginan untuk mengikuti tren, melainkan telah menjelma menjadi faktor pendorong dalam pengambilan keputusan besar.
Dilansir SketsaNusantara.id dari YouTube Malaka, Angellie mengungkap bahwa banyak orang memilih jurusan kuliah atau karier karena melihat keberhasilan orang lain, tanpa mempertimbangkan kesesuaian diri.
Hal ini menyebabkan banyak individu akhirnya merasa terjebak dalam pilihan yang tidak sesuai dengan passion dan kapasitas mereka.
Dampak Psikologis FOMO Menurut Penelitian
Dalam penelitiannya yang dipublikasikan di jurnal Computers in Human Behavior (2016), FOMO dikaitkan dengan rendahnya tingkat kepuasan hidup, meningkatnya kecemasan, dan potensi depresi.