lifestyle

Kulit Buah Bisa Jadi Pembersih Ramah Lingkungan? Kenali Manfaat Ekoenzim

Kamis, 3 Juli 2025 | 20:30 WIB
Limbah kulit buah yang bisa dijadikan bahan pembuatan ekoenzim. (Pixabay/herb007)

SketsaNusantara.id – Limbah dapur seperti kulit buah sering kali dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan.

Padahal, menurut berbagai studi dan komunitas lingkungan, kulit buah dan sayur dapat diolah menjadi cairan serbaguna yang disebut ekoenzim. Selain ramah lingkungan, cairan ini juga berpotensi menggantikan berbagai produk pembersih kimia di rumah.

Ekoenzim adalah cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah, sayuran, gula merah atau bisa juga molase, dan air.

Baca Juga: 7 Cara Membuat Pupuk Cair dari Limbah Dapur, Alternatif Murah dan Ramah Lingkungan

Fermentasi ini menghasilkan cairan berwarna cokelat gelap yang mengandung enzim, alkohol alami, asam organik, dan mikroorganisme yang baik.

Mengutip panduan dari Yayasan Eko Enzim Indonesia (ekoenzym.id), cairan ini telah dimanfaatkan di berbagai negara sebagai pembersih lantai, pestisida organik, hingga pupuk cair. Proses pembuatannya pun terbilang mudah dan dapat dilakukan di rumah.

Cara Membuat Ekoenzim

Berikut langkah-langkah pembuatan ekoenzim skala rumah tangga:

Baca Juga: Apa itu Rumen? Pemkot Surabaya Tegas Melarang Warga Buang Limbah Sapi ke Sungai Pasca Penyembelihan Hewan Kurban, Ini Dampaknya bagi Lingkungan

1. Siapkan bahan dalam perbandingan 1:3:10, yakni:
1 bagian gula merah atau molase
3 bagian limbah organik (kulit buah/sayur)
10 bagian air

2. Masukkan semua bahan ke dalam wadah plastik bertutup.

3. Diamkan untuk menjalani fermentasi selama 90 hari (3 bulan) di tempat sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Baca Juga: BRI Gencarkan Aksi Nyata Hadapi Darurat Sampah Plastik, Targetkan Nol Limbah ke TPA

4. Buka tutup setiap 3–5 hari pada bulan pertama untuk melepaskan gas hasil fermentasi.

Halaman:

Tags

Terkini