Pertumbuhan sel-sel baru dalam ovarium secara abnormal dapat menyerang bagian tubuh dan menyebar ke organ lain yang penting.
Kanker ini tergolong dalam kanker ginekologi yang paling mematikan, sebab umumnya hanya bisa dideteksi ketika penderita sudah parah.
Bahkan, tidak ada tes skrining awal yang dapat membuktikan adanya kanker ovarium dan sulit ditemukan tanda-tanda awal secara pasti untuk kanker satu ini.
Adapun penyebab munculnya kanker ovarium, sebagai berikut.
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman keslan.kemkes.go.id serta sejumlah pakar kesehatan, disebutkan bahwa kanker ovarium hingga saat ini belum diketahui penyebabnya secara pasti
Tetapi para peneliti kesehatan memberikan sebuah data berupa faktor-faktor yang beresiko meningkatkan munculnya penyakit kanker ovarium.
Faktor yang dimaksud adalah sebagai berikut:
- Berusia di atas 50 tahun
- Merokok
- Menjalani terapi penggantian hormon saat menopause
- Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker ovarium atau kanker payudara
- Menderita obesitas , obesitas, endometriosis atau sindrom Lynch
- Pernah menjalani radioterapi
Informasi lebih lanjut, gejala kanker ovarium pada stadium awal umumnya tal muncul, bahkan pada stadium lanjut tidak terlalu spesifik danmirip dengan gejala penyakit lain, diantarnya:
- Perut kembung
-Cepat kenyang
- Sakit perut
- Mual
- Konstipasi (sembelit)
- Perut membengkak
- Berat badan menurun
- Sering buang air kecil
- Sakit di punggung bagian bawah
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Keluar darah dari vagina
- Perubahan siklus menstruasi, pada penderita yang masih mengalami menstruasi
Cara penanggulangan penyakit Kanker Ovarium adalah dengan rutin memeriksakan fisik bagi orang-orang yang mendapati gejala adanya kanker ovarium.