Jika data ini bocor, individu berisiko menjadi korban penyalahgunaan identitas seumur hidup karena tidak ada cara untuk mengganti iris seperti halnya kata sandi.
Dampak kebocoran data retina bisa sangat serius. Jika berhasil diretas, data ini dapat digunakan untuk pencurian identitas, akses ilegal ke sistem keamanan, atau bahkan dijual di pasar gelap.
Fenomena World App mengingatkan kita pada pentingnya literasi digital dan perlindungan data pribadi.
Baca Juga: Woro-Woro! Komdigi Minta Masyarakat Cepat Beralih dari SIM Fisik ke eSIM, Ini Keunggulannya
Masyarakat perlu memahami bahwa imbalan yang ditawarkan World App, tidak sebanding dengan risiko jangka panjang akibat kebocoran data biometrik.
Pemerintah juga harus memperketat pengawasan terhadap layanan asing yang mengelola data sensitif.
Apalagi, Worldcoin pernah menghadapi larangan di negara seperti Spanyol dan Korea Selatan karena pelanggaran privasi, termasuk pengumpulan data tanpa dasar hukum yang jelas.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini