Kamis, 4 Juni 2026

Waspada Varian COVID 'Cicada', Subvarian Omicron yang Sempat Menghilang Kini Mulai Kembali Terdeteksi di 25 Negara, Begini Gejalanya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 3 April 2026 | 09:30 WIB
Ilustrasi waspada penyebaran virus corona varian BA.3.2 atau yang dikenal dengan julukan Cicada yang terdeteksi di 25 negara termasuk Asia san Eropa (Pixabay/Wphoto)
Ilustrasi waspada penyebaran virus corona varian BA.3.2 atau yang dikenal dengan julukan Cicada yang terdeteksi di 25 negara termasuk Asia san Eropa (Pixabay/Wphoto)

Kemenkes menjelaskan bahwa gejala varian Cicada ini secara klinis memiliki kemiripan yang sangat kuat dengan varian Omicron yang terdeteksi tahun 2021 lalu. Gejala varian ini tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok dibandingkan varian COVID sebelumnya.

Indikasi umum yang muncul pada pasien yang terinfeksi BA.3.2 adalah sakit tenggorokan, demam hingga badan menggigil kedinginan, batuk, pilek, serta cepat merasa lelah berlebihan.

Pada beberapa kasus, pasien yang terinfeksi varian baru ini merasakah sakit tenggorokan yang terasa lebih berat dibandingkan varian sebelumnya.

Selain itu, sebagian penderita juga mengalami sakit kepala, nyeri otot, hingga penurunan kondisi fisik secara umum. Keluhan lain muncul seperti batuk yang menyebabkan sesak nafas.

Namun, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa varian Cicada menyebabkan gejala yang lebih parah atau tingkat kematian yang lebih tinggi.

Varian ini menjadi perhatian para peneliti lantaran jumlah mutasi BA.3.2 berpotensi membuat virus lebih mudah menular atau memiliki kemampuan untuk menghindari sebagian imunitas tubuh, baik dari infeksi sebelumnya maupun vaksinasi.

Meski begitu, para ahli kesehatan menegaskan pada masyarakat untuk tidak perlu panik berlebihan, dan diharapkan tetap waspada dengan menjaga pola hidup sehat.

Baca Juga: Apa Penyebab Penyakit Campak Pada Orang Dewasa? Berikut Gejala, Risiko Komplikasi hingga Cara Mengatasinya

Kemenkes juga menghimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan efektif, terutama di tengah perubahan cuaca ekstrem yang memicu virus influenza menyebar lebih cepat.

"Masyarakat biasakan terapkan saja perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan rajin cuci tangan dengan sabur pakai air mengalir, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, pakai masker jika sakit atau berada di keramaian," pesannya.

Upaya seperti melengkapi vaksinasi, termasuk dosis booster, tetap menjadi salah satu cara perlindungan utama menghindari infeksi ini.

Selain itu, menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan juga sangat dianjurkan. Penting juga untuk rutin olahraga dan minum suplemen vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah kesibukan beraktivitas.

Munculnya varian Cicada menjadi pengingat bahwa virus Coronamasih terus bermutasi dan beradaptasi, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memahami informasi dan mengikuti perkembangan terbaru, masyarakat diharapkan dapat menghadapi situasi ini tanpa kepanikan, namun tetap disiplin dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan demi kesehatan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kemkes.go.id, ppni-inna.org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X