Virus tersebut bisa menular melalui percikan air liur, lendir dari hidung hingga permukaan benda yang terkontaminasi cairan tubuh penderita campak.
Selanjutnya, virus itu masuk ke dalam tubuh lewat mulut, hidung hingga mata kemudian menyebar ke paru-paru sampai akhirnya menginfeksi sel imun tubuh.
Sel-sel yang terinfeksi virus kemudian bergerak menuju kelenjar getah bening dan berkembang hingga akhirnya menyebar ke seluruh bagian tubuh melalui aliran darah.
Orang dewasa yang belum pernah vaksin atau belum pernah terserang campak menjadi lebih rentan tertular.
Selain itu, daya tahan tubuh yang lemah juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkn resiko penularan.
Gejala Campak pada Orang Dewasa
Campak pada orang dewasa umumnya jarang terjadi, namun bisa muncul pada mereka yang belum memiliki kekebalan tubuh terhadap virus campak.
Gejala Campak biasanya akan muncul secara bertahap setelah masa inkubasi atau 7-21 hari.
Diawali dengan demam dan ruam khas di seluruh tubuh, campak pada orang dewasa juga disertai gejala berikut:
-Tubuh terasa lemas, nafsu makan menurun, sakit kepala
-Batuk kering, pilek dan hidung tersumbat
-Mata merah, berair dan sensitif terhadap cahaya. Dalam beberapa kasus, kelopak mata sering kali terlihat bengkak
-Muncul bintik kecil berwarna putih keabu-abuan di dalam mulut disertai lingkaran merah di sekitarnya.
-Ruam merah muda (umumnya muncul setelah demam tinggi) mulai dari belakang telinga hingga ke wajah dan seluruh tubuh.
Artikel Terkait
Kembali Bugar! Ini 4 Olahraga Terbaik untuk Detoks Tubuh Setelah Libur Lebaran
Bayi Rewel Saat Macet Arus Balik? Lakukan 5 Langkah Penyelamat Ini
Intip 4 Tips Tidur Nyaman Saat Mudik atau Arus Balik Lebaran Agar Badan Tak Mudah Sakit, Penting untuk Hindari Hal Ini
Kenapa Dompet Cepat Kosong Setelah Lebaran? Ini 5 Kesalahan Finansial yang Sering Diabaikan
Handuk Wajah vs Tisu, Mana Lebih Aman untuk Kulit Wajah? Begini Penjelasan Dokter Spesialis Mikrobiologi