Minggu, 19 Juli 2026

Kenali Penyakit Rebah Semai pada Bibit Tanaman: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Jumat, 20 Maret 2026 | 22:00 WIB
Bibit tanaman yang terkena penyakit rebah semai biasanya tampak roboh dan membusuk meski sebelumnya terlihat sehat.  (X/khanifirsyad)
Bibit tanaman yang terkena penyakit rebah semai biasanya tampak roboh dan membusuk meski sebelumnya terlihat sehat. (X/khanifirsyad)

Sterilisasi media tanam bertujuan untuk menghilangkan mikroorganisme patogen yang mungkin terdapat di dalam tanah atau media semai.

Baca Juga: Buah Parijoto: Tanaman Ajaib 'Warisan' Sunan Muria, Anggur Asia dengan Segudang Manfaat, Obat Promil Alami?

Selain itu, pengaturan kelembapan juga sangat penting. Disebutkan bahwa pastikan persemaian memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak terlalu basah, karena jamur penyebab rebah semai sangat menyukai kondisi lembap.

Dengan menjaga kondisi media tanam tetap seimbang, pertumbuhan jamur patogen dapat ditekan sehingga risiko serangan penyakit berkurang.

Selain menjaga kebersihan media tanam, penggunaan agen hayati juga dapat menjadi solusi untuk mencegah penyakit rebah semai.

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa pemberian jamur baik seperti Trichoderma spp. dapat membantu menekan pertumbuhan jamur patogen di tanah.

Trichoderma dikenal sebagai mikroorganisme yang mampu menghambat perkembangan jamur penyebab penyakit pada tanaman. Penggunaan agen hayati ini sering digunakan dalam praktik pertanian modern untuk meningkatkan kesehatan tanah.

Apabila serangan penyakit sudah mulai terlihat, langkah penanganan dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida yang sesuai.

Perawatan yang baik pada tahap persemaian sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman. Bibit yang sehat akan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi tanaman yang kuat dan produktif.

Sebaliknya, bibit yang terserang penyakit pada tahap awal pertumbuhan biasanya akan mengalami gangguan perkembangan bahkan berujung pada kematian tanaman.

Oleh karena itu, para petani maupun penghobi tanaman disarankan untuk memperhatikan kondisi lingkungan persemaian, mulai dari kualitas media tanam, kelembapan, hingga sirkulasi udara.

Dengan pengelolaan yang tepat, risiko munculnya penyakit rebah semai dapat diminimalkan sehingga proses pembibitan dapat berjalan dengan lebih optimal.

Dalam keterangan tersebut dijelaskan bahwa jika serangan sudah mulai terlihat, gunakan fungisida kontak yang sesuai untuk membasmi jamur penyebab busuk batang.

Penggunaan fungisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan agar tidak merusak tanaman maupun lingkungan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @khanifirsyad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X