Kamis, 4 Juni 2026

5 Tradisi Unik Sambut Lebaran Yang Hanya Ada di Indonesia, Turun Temurun Hingga Saat Ini

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Senin, 23 Maret 2026 | 09:30 WIB
Tradisi Meriam Karbit Kalimantan Barat  (rri.co.id)
Tradisi Meriam Karbit Kalimantan Barat (rri.co.id)

SketsaNusantara.id - Tradisi Lebaran di Indonesia selalu memiliki daya tarik tersendiri karena setiap daerah menyuntikkan nilai budaya lokal ke dalam perayaan hari kemenangan. 

Dari ujung barat hingga timur Nusantara , berikut adalah 5 tradisi unik yang menjadi ciri khas perayaan Idul Fitri di berbagai pelosok dikutip dari Kemdikbud.

1. Meriam Karbit (Pontianak, Kalimantan Barat)

Di sepanjang tepian Sungai Kapuas, warga merayakan Lebaran dengan dentuman keras dari Meriam Karbit. Meriam yang terbuat dari batang pohon besar ini awalnya digunakan untuk mengusir roh jahat, namun kini telah menjadi festival budaya yang dilombakan. 

Baca Juga: Kehadirannya Tidak Pernah Absen di Momen Lebaran, Apa Makna Ketupat yang Menjadi Ikon Hari Raya Idul Fitri?

2. Ronjok Sayak (Bengkulu)

Masyarakat suku Rejang di Bengkulu memiliki cara unik untuk bersyukur, yaitu dengan tradisi Ronjok Sayak atau Bakar Gunung Api. Warga menumpuk tempurung kelapa hingga menjulang tinggi di depan rumah, lalu membakarnya secara serentak pada malam takbiran. 

3. Binarundak (Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara)

Jika Jawa identik dengan ketupat, warga Bolaang Mongondow merayakan Lebaran dengan memasak nasi jaha secara massal dalam tradisi Binarundak. 

Nasi jaha (beras ketan dan santan yang dimasukkan ke dalam bambu) dibakar di atas bara api di sepanjang jalan desa. 

Baca Juga: Download Segera 20 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Terbaru, Sambut Lebaran dengan Penuh Suka Cita

4. Grebeg Syawal (Yogyakarta)

Di Yogyakarta, Keraton Yogyakarta menyelenggarakan Grebeg Syawal sebagai bentuk sedekah Sultan kepada rakyatnya.

Ciri khasnya adalah adanya "Gunungan"—tumpukan hasil bumi seperti sayuran dan palawija yang dibentuk menyerupai gunung. Setelah didoakan di Masjid Gede Kauman, warga akan berebut isi gunungan tersebut karena dipercaya membawa berkah.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Kemdikbud

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X