Minggu, 19 Juli 2026

Filosofi Ketupat Lebaran, Ada Sejak Zaman Sunan Kalijaga, Miliki Makna Mendalam di Balik Anyamannya

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Jumat, 20 Maret 2026 | 10:30 WIB
Ilustrasi ketupat, makanan khas yang ada saat lebaran (Tiktok @dusdusan)
Ilustrasi ketupat, makanan khas yang ada saat lebaran (Tiktok @dusdusan)

Tradisi makan ketupat diperkenalkan pertama kali oleh Sunan Kalijaga sebagai media dakwah Islam di tanah Jawa. 

Sunan Kalijaga menyisipkan makna mendalam melalui akronim Jawa yang sangat populer, yakni:

• Ngaku Lepat atau mengakui kesalahan

Sesuai dengan namanya, Kupat berarti Ngaku Lepat. Tradisi ini diwujudkan dalam ritual sungkeman, di mana seseorang dengan rendah hati mengakui kesalahannya di hadapan orang tua atau saudara. 

• Laku Papat atau empat tindakan

Bentuk segi empat pada ketupat juga melambangkan empat tindakan yang harus dilakukan saat Idul Fitri yakni lebaran, luberan, leburan dan laburan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube DialektikTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X