Tradisi makan ketupat diperkenalkan pertama kali oleh Sunan Kalijaga sebagai media dakwah Islam di tanah Jawa.
Sunan Kalijaga menyisipkan makna mendalam melalui akronim Jawa yang sangat populer, yakni:
• Ngaku Lepat atau mengakui kesalahan
Sesuai dengan namanya, Kupat berarti Ngaku Lepat. Tradisi ini diwujudkan dalam ritual sungkeman, di mana seseorang dengan rendah hati mengakui kesalahannya di hadapan orang tua atau saudara.
• Laku Papat atau empat tindakan
Bentuk segi empat pada ketupat juga melambangkan empat tindakan yang harus dilakukan saat Idul Fitri yakni lebaran, luberan, leburan dan laburan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ada Kampung Halaman Kamu? Intip 11 Daerah yang Gencar Rayakan Tradisi Lebaran Ketupat pada Penghujung Idul Fitri, Ada dari Luar Pulau Jawa!
Sejarah Lebaran Ketupat yang Gak Asing Lagi Jadi Rangkaian Idul Fitri, Ternyata Tradisi Ini Dikenalkan oleh Sunan Kalijaga, Apa Tujuannya?
Mengapa Lebaran Idul Fitri Identik dengan Ketupat? Ternyata Ada Filosofi Ini hingga Dikaitkan dengan Sunan Kalijaga
Seminggu Setelah Idul Fitri Ada Apa? Kenali Makna Lebaran Ketupat yang Marak Digelar di Pulau Jawa, Tradisi Sejak Abad 15
5 Tips Sehat Makan Opor Ayam dan Ketupat Saat Lebaran Idul Fitri, Nomor 2 Jadi Reminder Jangan Sampai Kalap