Kamis, 4 Juni 2026

Putri Malu yang Kerap Dianggap Gulma, Ternyata Simpan Potensi Manfaat Kesehatan Menurut Sejumlah Kajian

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Selasa, 3 Februari 2026 | 22:00 WIB
Putri malu (Mimosa pudica), tanaman liar yang sering dihindari, ternyata menyimpan potensi manfaat kesehatan.  (X/picoez)
Putri malu (Mimosa pudica), tanaman liar yang sering dihindari, ternyata menyimpan potensi manfaat kesehatan. (X/picoez)

SketsaNusantara.id - Tanaman liar yang sering dijumpai di halaman rumah atau pinggir jalan ternyata menyimpan potensi manfaat kesehatan yang jarang disadari masyarakat.

Tanaman tersebut dikenal dengan nama putri malu atau Mimosa pudica, yang selama ini lebih sering dianggap sebagai gulma pengganggu karena durinya dan pertumbuhannya yang bergerombol.

Hal tersebut disoroti melalui unggahan akun X @picoez, yang mengulas karakteristik hingga manfaat putri malu berdasarkan pengalaman pribadi serta rujukan jurnal ilmiah.
 
Baca Juga: Kenapa Hari Kanker Sedunia Diperingati Tanggal 4 Februari? Berikut Sejarah, Tujuan hingga Tema World Cancer Day 2026

Dalam unggahannya, penulis membuka dengan pertanyaan reflektif yang dekat dengan keseharian masyarakat.

“Pernah liat tanaman menyebalkan ini di halaman atau di jalan? Namanya Putri Malu (Mimosa pudica). Orang Madura menyebutnya Cing Koching,” tulis @picoez, dilansir SketsaNusantara.id dari akun X (Twitter).

Putri malu dikenal memiliki ciri khas daun yang akan menutup ketika disentuh, menyerupai gerakan malu.
 
Baca Juga: Awas Kena Serangan Jantung! Langsung Tidur Usai Sahur Bisa Berbahaya, Ini 6 Penyakit yang Berpotensi Muncul di Bulan Ramadhan

Selain itu, tanaman ini berduri, mudah tumbuh kembali meski dicabut, dan sering dianggap sulit dikendalikan.

Karakter tersebut membuatnya kerap dibasmi tanpa mempertimbangkan potensi lain yang dimilikinya.

“Gimana gak menyebalkan? Udah berduri, tumbuh bergerombol, susah dicabut, mudah tumbuh lagi, trus daunnya kalo disentuh kayak malu-malu kucing gitu,” lanjut unggahan tersebut.
 
Baca Juga: Bandotan Kerap Disangka Sawi Langit! Kesalahan Sepele yang Bisa Berujung Salah Manfaat dan Risiko Kesehatan

Namun, di balik citra negatif tersebut, putri malu ternyata memiliki kandungan bioaktif yang telah diteliti dalam berbagai kajian ilmiah.

Beberapa jurnal menyebutkan bahwa ekstrak dari bagian batang, daun, dan akar tanaman ini menunjukkan aktivitas farmakologis yang cukup menjanjikan.

“Tapi ternyata tanaman ini punya banyak manfaat. Di beberapa jurnal disebutkan bahwa ekstrak batang, daun dan akar tanaman ini yang diuji pada tikus menunjukkan aktivitas antidiabetik, antihiperlipidemik, mengurangi kecemasan dan stres,” tulis @picoez.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa putri malu tidak hanya sekadar tanaman liar, melainkan memiliki potensi sebagai bahan herbal pendukung kesehatan.

Aktivitas antidiabetik dan antihiperlipidemik menunjukkan kemungkinan peran tanaman ini dalam membantu mengontrol kadar gula dan lemak dalam darah, sementara efek anxiolytic atau pengurang kecemasan menjadi nilai tambah lain.

Selain itu, unggahan tersebut juga menyinggung publikasi ilmiah lain yang membahas potensi putri malu dalam menurunkan tekanan darah.

“Dalam bbp publikasi juga disebutkan ada efek anti hipertensi dari ekstrak putri malu ini (Did your own research ya),” tulisnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun terdapat rujukan ilmiah, masyarakat tetap diimbau untuk melakukan kajian mandiri dan tidak menjadikan informasi ini sebagai pengganti saran medis profesional.

Menariknya, penulis unggahan juga membagikan pengalaman pribadi terkait pemanfaatan putri malu sebagai minuman herbal.

Ia mengaku mengonsumsi rebusan putri malu saat mengalami malaria, yang menurutnya membantu mempercepat proses pemulihan.

“Kalo pengalaman pribadiku, aku minum rebusan putri malu ini sekitar 6 gram/hari, ketika aku kena malaria yg disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Alhamdulillah mempercepat pemulihan,” ungkapnya.

Meski bersifat personal dan anekdotal, pengalaman tersebut menambah perspektif mengenai pemanfaatan tradisional tanaman herbal di masyarakat.

Namun demikian, klaim ini tidak dapat digeneralisasi dan tetap memerlukan pembuktian klinis lebih lanjut pada manusia.

Dalam unggahan tersebut, @picoez juga menjelaskan cara pengolahan putri malu menjadi minuman herbal secara sederhana. Tahapan yang dijabarkan mencakup pemilihan bahan, proses perebusan, hingga aturan konsumsi.

“Ambil batang, daun dan akar putrimalu sekitar 6 gram. Cuci bersih. Rebus dengan 1 gelas air pakai api kecil dan panci kaca sekitar 10 menit. Saring dan tunggu sampai hangat. Minum air rebusannya 1 kali sehari,” tulisnya secara rinci.

Ia juga menyarankan pola konsumsi terbatas dengan jeda waktu tertentu.

“Minum rutin 4-5 hari, beri jeda 3 hari, kemudian minum kembali,” lanjut unggahan tersebut.

Informasi ini menunjukkan bahwa tanaman yang kerap dianggap tidak berguna bisa memiliki nilai ilmiah dan potensi kesehatan jika diteliti lebih jauh.

Putri malu, dengan segala keunikannya, menjadi contoh bahwa kekayaan hayati Indonesia masih menyimpan banyak potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dan berbasis riset mendalam.***
 
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X