"Perubahan iklim makin mengkhawatirkan, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa suhu panas di luar ruangan dapat memengaruhi kesehatan mental," tulis peneliti dalam jurnal Lancet, dikutip dari Hindustan Times.
Peneliti menemukan bahwa cuaca panas ekstrem di luar ruangan menyebabkan frustrasi yang meningkatkan percobaan bunuh diri, dan dampak buruk terhadap kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Musim Kemarau Ternyata Banjir? BMKG Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun 2025
"Temperatur yang lebih tinggi dapat menyebabkan seseorang merasa lebih mudah marah, frustrasi, dan mudah tersinggung, meningkatnya kecemasan hingga depresi," tutur Psikolog Sucheta Gore.
"Panas terik dapat melampaui dunia fisik dan masuk ke dalam jiwa dari individu yang sudah bergulat dengan tekanan kehidupan modern," sambungnya.
Penelitian menunjukkan bahwa gelombang panas juga mempengaruhi kinerja seseorang karena area otak yang bertanggung jawab untuk menyusun dan menyelesaikan tugas-tugas kognitif dan kompleks terganggu oleh cuaca panas.
Selain itu, panas yang mengganggu kualitas dan kuantitas tidur dapat menyebabkan perubahan suasana hati, kelelahan, dan memperburuk gejala depresi dan kecemasan.
Tak bisa dianggap remeh, cuaca panas bisa berdampak fatal pada kesehatan mental dan harus mengambil langkah yang tepat untuk memperbaikinya. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?
Psikolog menyarankan masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah agar terhindar dari gelombang panas dan melakukan aktivitas mereka dengan lambat.
Sucheta Gore menyarankan beberapa langkah untuk mengatasi dampak akibat cuaca panas yang bisa dilakukan untuk melindungi kesehatan mental.
Salah satunya adalah menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air yang cukup sepanjang hari.
Hindari konsumi kafein serta alkohol berlebih saat panas terik karena bisa menyebabkan dehidrasi yang dapat mengganggu kinerja kognitif seperti konsentrasi dan daya ingat.
Usahakan untuk menjaga ruangan agar tetap sejuk. Buka jendela atau ventilasi untuk melancarkan masuknya sirkulasi udara ke dalam rumah.
Gunakan tirai untuk menghalangi sinar matahari, dan gunakan kipas angin atau AC (air conditioner) untuk mengurangi suhu panas dalam ruangan.
Kenakan pakaian yang nyaman dengan memilih pakaian yang longgar dan berwarna terang, serta mengenakan topi atau membawa payung saat bepergian keluar rumah.
Artikel Terkait
HP Terasa Lebih Cepat Panas? Begini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Nathalie Holscher Jalani Operasi Bariatrik, Apa Itu? Berikut Penjelasan hingga Manfaatnya Bagi Kesehatan
Sambut HUT TNI 5 Oktober 2025, Inilah 10 Pesan Abadi Panglima Besar Soedirman untuk Bangsa Indonesia
Mengenal Zangi: Keunggulan dan Bahayanya, Aplikasi ‘Antisadap’ Kelas Militer yang Dipakai Ammar Zoni untuk Bisnis Narkoba dari Balik Jeruji