Apple juga mengejar desain minimalis dan efisien. Slot microSD adalah celah tambahan yang dapat menjadi titik masuk air atau debu, serta memperbesar dimensi perangkat. Dengan meniadakan slot ini, Apple bisa merancang iPhone yang lebih tipis, ramping, dan tahan terhadap percikan air atau debu dengan lebih baik.
Tidak bisa dipungkiri, keputusan ini juga menguntungkan Apple dari sisi bisnis. Dengan hanya menyediakan internal storage, Apple dapat menjual iPhone dalam berbagai varian kapasitas dari 128GB, 256GB, 512GB, hingga 1TB.
Semakin besar storage-nya, semakin mahal harganya. Fenomena ini mirip dengan strategi decoy product yang memancing konsumen memilih varian harga menengah karena dirasa lebih "worth it" dibandingkan opsi terendah.
Apple tak hanya menjual perangkat keras, tapi juga layanan berbasis cloud. Dengan keterbatasan storage internal, pengguna akan lebih terdorong menggunakan iCloud, layanan penyimpanan cloud milik Apple.
Akun iCloud memang diberikan gratis sebesar 5GB, namun pengguna bisa membeli kapasitas lebih besar mulai dari 50GB hingga beberapa terabyte dengan biaya bulanan. Ini sekaligus menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan bagi Apple.
Walau beberapa pengguna merasa dibatasi, terutama yang sebelumnya menggunakan Android dan terbiasa dengan slot microSD, era penyimpanan eksternal berbentuk kartu memang mulai ditinggalkan. Bahkan brand Android besar seperti Samsung pun kini tak lagi menyertakan slot microSD di banyak flagship mereka.
Namun bukan berarti pengguna iPhone tak punya solusi tambahan. Dengan hadirnya port USB-C di iPhone model terbaru, pengguna kini bisa memanfaatkan SSD eksternal atau SSD enclosure sebagai alternatif. Ini membuka opsi baru untuk ekspansi penyimpanan tanpa harus mengorbankan performa atau desain perangkat.
Keputusan Apple untuk tidak mendukung microSD bukanlah tanpa alasan. Di balik keterbatasan yang dirasakan pengguna, terdapat prinsip desain dan strategi bisnis yang kuat, menciptakan ekosistem yang stabil, aman, dan terkontrol. Meski terasa tidak fleksibel, Apple memilih untuk menjaga kualitas pengalaman pengguna sebagai prioritas utama.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Vin Diesel Ungkap Fast & Furious Final akan Tayang, Brian O'Conner Bakal Kembali, Cek Tanggal Rilisnya di Sini
Apa Benar Bermain Mobile Legends Bisa Mengasah Kecerdasan Otak? Ferry Irwandi Berikan Penjelasan Menarik Terkait IQ dan Potensi Diri
FOMO Picu Keputusan Impulsif, Angellie Nabilla Ingatkan Risiko Salah Pilih Jurusan hingga Depresi
Mengenal Blackbox AI dari Manfaat dan Cara Penggunaannya: Solusi Cerdas untuk Pencarian Sumber Penelitian yang Cepat, Akurat, dan Efisien
Unihertz Titan 2 Hadirkan Sensasi Nostalgia dengan Desain QWERTY dan Spesifikasi Gahar
Konten Viral Bikin Kreatif atau Rusak Otak? Waspadai Brain Rot di Era Digital