SketsaNusantara.id - Filsafat dikenal sebagai salah satu disiplin ilmu yang menuntut kedalaman berpikir.
Namun, dalam era digital saat ini, banyak pihak yang menilai generasi muda, terutama Gen Z, semakin sulit untuk memahami dan mendalami filsafat.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Fahruddin Faiz menjelaskan pandangannya tentang fenomena tersebut.
Menurutnya, kondisi ini tidak terlepas dari budaya komunikasi yang berkembang dalam masyarakat saat ini, yang cenderung lebih mementingkan permukaan daripada kedalaman.
“Dari sisi kedalaman, memang banyak dikritik bahwa Gen Z hari ini lemah. Itu pemikiran yang agak mendalam. Karena budaya kita hari ini memang arahnya agak ke permukaan, ya. Mungkin bahasa kasarnya agak dangkal,” ujarnya, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Helmy Yahya Bicara.
Budaya komunikasi juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan generasi muda dalam belajar filsafat.
Ia menyebut bahwa banyak orang kini lebih fokus pada tindakan yang tampak daripada makna yang sesungguhnya.
“Hari ini, tindakan komunikasi itu lebih diutamakan daripada makna komunikasi. Tindakannya lebih diutamakan daripada maknanya,” lanjutnya.
Fenomena ini bisa dilihat dari kebiasaan banyak orang yang lebih mementingkan tampil, berkomentar, dan memperbarui status, daripada memikirkan makna dari apa yang mereka sampaikan.
Fahruddin Faiz menggambarkan situasi ini dengan sangat lugas.
Artikel Terkait
Semua Masalah Berat akan Selesai jika Memiliki Hal ini, Ada Rahasia yang Diungkap Fahruddin Faiz
Tak Usah Buru-Buru, Fahruddin Faiz Ingatkan Ada yang Penting agar Tujuan Tercapai
Jangan Cengeng dan Mengeluhkan Hidupmu, Fahruddin Faiz Ungkap Jawaban Mengapa Allah Terus-menerus Memberikan Ujian pada Manusia
Ada Orang yang Tak Senang dengan Dirimu? Fahruddin Faiz Tegaskan Nasihat dari Imam Syafi'i
Kajian Fahruddin Faiz: Cara Cerdas Menghindari Keinginan yang Justru Bikin Kamu Kehilangan Hal Berharga!