SketsaNusantara.id - Di tengah maraknya kampanye literasi keuangan, banyak yang belum menyadari bahwa pemahaman finansial saja tidak otomatis membuat seseorang merdeka secara finansial.
Dalam video Kelas Pakar terbaru, Kalimasada, Co-Founder Akademi Crypto, menegaskan bahwa strategi konkret dan implementasi disiplin jauh lebih menentukan hasil akhir daripada sekadar pengetahuan.
Realita Keuangan Masyarakat Indonesia
Dilansir SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube MALAKA, Kelas Pakar berjudul "Gaji UMR Bisa Merdeka Finansial, Kalau...", Kalimasada memaparkan bahwa meski 66% warga Indonesia telah melek literasi finansial (data OJK), hanya sedikit yang benar-benar merdeka secara finansial.
Baca Juga: Gaji UMR Jember Pasti Minder! Verrell Bramasta Makin 'Ugal-ugalan' Beri Fuji Kado Spesial
Bahkan, 98% pemilik rekening hanya memiliki saldo di bawah Rp1 juta. Ketimpangan ini diperparah oleh fakta bahwa 1% penduduk Indonesia menguasai hampir 46% kekayaan nasional (data Triquiz).
Dua Sumber Penghasilan: Utama dan Tambahan
Kalimasada menekankan pentingnya memiliki dua sumber penghasilan: penghasilan utama (main income) dan penghasilan tambahan (secondary income).
Menurut data BPS, lebih dari 15% pekerja di Indonesia memiliki pekerjaan sampingan. Soft skill seperti desain, menulis, hingga kemampuan berinvestasi dapat dijadikan sumber tambahan pemasukan.
Baca Juga: Intip Harga Souvenir Pernikahan Luna Maya dan Maxime, Setara dengan UMR Terendah di Indonesia?
Langkah Pertama: Miliki Saldo Awal Minimal Rp 10 Juta
Sebagai tahap awal, setiap individu disarankan memiliki dana likuid minimal Rp10 juta. Dana ini tidak harus disimpan di rekening konvensional; alternatif seperti bank digital, reksa dana pasar uang, atau obligasi juga bisa dipilih, asalkan bersifat likuid. Tujuannya bukan hanya untuk kesiapan darurat, melainkan juga sebagai simbol kestabilan dan kepercayaan diri secara finansial.
Hindari Hutang Konsumtif, Fokus pada Utang Produktif
Banyak generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, terjebak dalam hutang konsumtif. Data OJK menyebutkan bahwa 68,5% dari mereka berhutang untuk hal konsumtif dan 40% mengalami gagal bayar.
Artikel Terkait
Lebih Besar Mana dengan Wilayah Kabupaten? Intip Jumlah UMK atau UMR Kota Pasuruan, Sesuai Keputusan Pj Gubernur Jatim Pada Tahun 2025
Berapa Besaran Nilai UMK atau UMR Kota Probolinggo? Pejabat Gubernur Jawa Timur Gelontorkan Keputusan Penting Pada Tahun 2025
UMK Banyumas 2025 Naik 6.5 Persen, Loncat Peringkat hingga Jadi UMR Tertinggi ke-19 di Jawa Tengah, Berapa?
Gajimu Bakal Naik Loh! Tahun 2025 Gubernur Jawa Tengah Gelontorkan Nilai UMK atau UMR Terbaru untuk Pemalang, Berapa?
Jangan Salah Lagi! Kabar Baik untuk Warga Grobogan, Pemerintah Telah Menaikkan UMK atau UMR Sejak Tahun 2025, Naik Gaji?