jelajah

Pernah Dilarang Soeharto, Inilah Sejarah Panjang Perayaan Imlek di Indonesia hingga Gus Dur Dijuluki Bapak Pluralisme

Senin, 20 Januari 2025 | 08:00 WIB
Sejarah perayaan Imlek di Indonesia pasca kemerdekaan (Freepik/jcomp on)

 

SketsaNusantara.id - Perayaan Tahun Baru China atau Imlek bertepatan dengan tanggal 29 Januari 2025.

Pada tanggal tersebut, masyarakat Tionghoa akan merayakan tahun ke-2576 dalam kalender lunar atau Kongzili, sistem penanggalan tradisional Tiongkok.

Di Indonesia, sejumlah ornamen khas Imlek sudah mulai menghiasi berbagai sudut kota, seperti ornamen lampion hingga dominasi warna merah.

Baca Juga: Kapan Imlek 2025? Jangan Bingung, Inilah Tanggal, Shio, dan Jadwal Cuti Libur Nasional Tahun Baru Cina

Perayaan Imlek di Indonesia cukup meriah, bahkan di beberapa tempat sering diadakan pertunjukan barongsai.

Di Indonesia sendiri, perayaan Imlek memiliki sejarah yang cukup panjang bahkan sempat dilarang dirayakan secara meriah pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Imlek bisa kembali dirayakan secara publik dan meriah tak lepas dari peran mantan Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur.

Baca Juga: Identik dengan Merah! Kupas Makna di Balik Warna Ciri Khas Perayaan Tahun Baru Imlek 2025 yang Bergelimang Harapan

Secara historis, cukup sulit untuk menentukan kapan awal mula perayaan Imlek mulai dilakukan di Indonesia.

Namun perayaan ini diyakini mulai dilakuan seiring dengan masuknya orang-orang Tionghoa ke Nusantara.

Pasca kemerdekaan Indonesia yakni era kepemimpinan Presiden Soekarno, orang-orang Tionghoa diberi ruang ekspresi keagamaan, salah satunya merayakan Imlek secara terbuka.

Baca Juga: Beruntung Selama Setahun, 4 Kue Tradisional Ini Wajib Ada saat Imlek, Ada Kue Keranjang yang Bermakna...

Sayangnya, pada masa Orde Baru, Presiden Soeharto melarang apapun yang berbau Tionghoa untuk dirayakan di ruang publik sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari situs Portal Informasi Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini