2. Arsitektur Asli
Bangunan gereja yang memiliki luas 700 meter persegi ini masih asli seperti saat dibangun.
Gereja bergaya gotic ini memiliki konstruksi batu bata tersusun yang jika dilihat dari luar mirip seperti bentuk persegi.
Menara hingga 4 pilar raksasa menjadi salah satu ciri khas arsitektur Gereja Mojowarna.
Baca Juga: Dari Jember hingga Pasuruan, Inilah 8 Kota Santri di Jawa Timur
3. Lonceng Berusia Ratusan Tahun
Gereja Mojowarno memiliki lonceng raksasa yang berusia ratusan tahun.
Bahkan menurut Pendeta Muryo, lonceng tersebut sudah ada sebelum gereja berdiri.
Menariknya, pada bagian luar lonceng terdapat cap Kerajaan Belanda loh.
Baca Juga: Dari Jember hingga Pasuruan, Inilah 8 Kota Santri di Jawa Timur
Rupanya lonceng tersebut merupakan pemberian dari Ratu Wilhelmina kepada gereja Mojowarno.
Namun karena faktor tertentu, kini Gereja Mojowarno memakain lonceng duplikasinya.
4. Benda-benda Peninggalan Belanda
Selain bangunannya yang masih asli, sejumlah benda-benda di dalam Gereja Mojowarno juga merupakan peninggalan zaman Kolonial Belanda.