Selain menanam kopi, petani juga dipaksa untuk bekerja di perkebunan dengan upah yang sangat rendah sehingga kondisi kerja yang buruk menyebabkan banyak penderitaan dan kematian.
• Ketidakadilan Sosial
Sistem ini memperdalam kesenjangan antara penjajah dan penduduk lokal dimana kemudian munculnya kelas petani yang terpinggirkan dan kekayaan yang terkonsentrasi di tangan kolonial.
Tanam paksa dalam produksi kopi tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi Belanda, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang merugikan bagi masyarakat lokal.
Praktik ini menjadi salah satu contoh eksploitasi yang terjadi selama masa penjajahan, meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah Indonesia.
Sistem Tanam Paksa dihapus
Sekuat-kuatnya VOC dalam mengekploitasi rakyat Indonesia, namun pada akhirnya mengalami penurunan karena maraknya daerah yang pada akhirnya banyak yang menolak berlakunya sistem ini.
Hingga akhirnya pada tahun 1916 sistem tanam paksa ini dihapuskan meski pengaruhnya masih terasa bagi masyarakat hingga bertahun-tahun setelahnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!