Meski pengorbanan mereka sangat besar, tetapi guru tidak memperoleh imbalan yang sepadan atau layak maupun tanda jasa resmi seperti yang diberikan kepada pahlawan nasional.
Banyak ditemui di Indonesia, di mana guru honorer ikhlas dibayar dengan gaji minim padahal jasanya begitu besar mencerdaskan bangsa.
Hal tersebut semakin mengukuhkan citra guru sebagai sosok yang berjasa bagi bangsa tetapi tetap rendah hati.
Secara etimologi, kata "guru" berasal dari bahasa Indonesia yang berarti orang yang mengajar, mendidik, dan membimbing.
Dalam budaya Jawa, guru dikenal dengan istilah "digugu lan ditiru", yang berarti seseorang yang layak dipercaya nasihatnya dan menjadi teladan dalam tindakan.
Guru tidak hanya mendidik secara akademis, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter dan perkembangan holistik para siswa.
Hari Guru Nasional bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk merenungkan pentingnya peran guru dalam membangun bangsa.
Melalui peringatan ini, dukungan yang lebih besar terhadap kesejahteraan dan pengembangan profesional guru perlu terus diperjuangkan di Indonesia.
Sebagaimana pesan dari Ki Hajar Dewantara, "guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang membentuk generasi penerus bangsa", pada peringatan Hari Guru Nasional ini kita diingatkan bahwa guru merupakan pilar penting bagi kemajuan bangsa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!