SketsaNusantara.id - Peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November tak lepas dari peristiwa Pertempuran Surabaya.
Begitu juga dengan Hotel Majapahit yang menjadi saksi bisu konflik Indonesia dengan Sekutu dan Belanda hingga menyebabkan terjadinya Pertempuran Surabaya.
Di hotel inilah para pemuda Surabaya merobek warna biru pada bendera Belanda yang kemudian memicu lahirnya Pertempuran Surabaya 10 November 1945.
Selain menjadi saksi bisu perombekan warna biru bendera Belanda, hotel ini juga menyimpan kisah lain di salah satu kamarnya, tepatnya di kamar nomor 33.
Di kamar inilah terjadi peristiwa yang menjadi awal mulanya Pertempuran Surabaya hingga kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Kamar nomor 33 di Hotel Majapahit ini pun menjadi kamar paling bersejarah.
Sebelumnya, Hotel Majapahit awalnya bernama Oranje Hotel yang dibangun pada tahun 1910.
Dikutip dari situs Ensiklopedia Kemdikbud, hotel ini dibangun oleh Lucas Martin Sarkies, seorang pengusaha Iran yang memiliki jaringan perhotelan di Asia Tenggara.
Saat Jepang menjajah Indonesia pada tahun1942, hotel ini pun jatuh ke pasukan Negeri Matahari dan berganti nama menajdi Hotel Yamato.
Hotel ini juga berubah fungsi yakni menjadi markas militer Jepang saat itu.