SketsaNusantara.id - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, mendapat dukungan penuh dari Sinta Nuriyah Wahid.
Istri Presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mengalungkan kain cukin putih di lehernya.
Dukungan ini bukan sekadar simbolis, tetapi mengandung makna yang mendalam bagi Pramono, yang semakin optimis menghadapi Pilkada DKI Jakarta 2024 bersama pasangannya, Rano Karno.
Pertemuan antara Sinta Nuriyah dan Pramono Anung terjadi pada Jumat, 1 November 2024, di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Pramono menyebut dukungan Sinta sebagai “Jumat berkah” dan merasa terhormat atas restu dari sosok yang ia anggap sebagai ibu.
"Dalam hidup saya, yang saya cium tangannya itu tiga orang. Salah satunya adalah Bu Sinta. Doa beliau itu luar biasa sekali," kata Pramono dengan penuh rasa syukur.
Simbolisme dan Filosofi Kain Cukin Putih
Kain cukin putih yang dikenakan oleh Sinta Nuriyah pada momen tersebut berasal dari tradisi Betawi.
Berdasarkan penjelasan dari akun Instagram Dinas Kebudayaan DKI Jakarta (@disbuddki), cukin adalah sebutan orang Betawi untuk kain syal yang menutupi dada, biasanya dipakai sebagai pelengkap baju sadariah, pakaian khas Betawi yang mencerminkan kesederhanaan dan kerendahan hati.
Cukin biasanya terbuat dari kain katun dengan ukuran sekitar 135 cm x 40 cm dan tersedia dalam berbagai motif, termasuk batik.
Di masyarakat Betawi, cukin sering dijadikan simbol kearifan lokal dan juga berfungsi sebagai suvenir atau cinderamata khas.