jelajah

Apa Itu Tradisi Angngaru? Intip Ritual Khas Suku Bugis Makassar yang Heboh Karena Berita Pemainnya yang Tertusuk Benda Tajam

Rabu, 30 Oktober 2024 | 21:58 WIB
Tradisi Angngaru memakan korban karena terkena badik di acara pernikahan di Makassar. (x.com/@sulaemansako)

SketsaNusantara.id- Kabar terbaru datang dari sebuah insiden tragis yang terjadi di Kampung M. Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, pada Selasa, 29 Oktober pukul 11.00 WITA.

Beruta tersebut diketahui bahwa seorang pemuda yang bernama Fajar dan saat ini masih berusia 18 tahun dinyatakan sudah meninggal dunia.

Penyebab utama dari kematian Fajar ini ternyata karena terluka oleh badik, sebuah senjata tajam yang dipakai dalam ritual adat angngaru.

Baca Juga: Penangkapan Tom Lembong Disebut Ada Politisasi, Nama Anies Baswedan Terseret dalam Korupsi Impor Gula?

Peristiwa itu terjadi ketika prosesi penyambutan pengantin pria dalam suatu acara pernikahan yang dilaksanakan di salah satu rumah warga.

Lalu apa sebenarnya tradisi atau ritual adat Angngaru tersebut? simak penjelasannya berikut ini yang dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @sulaemansako.

Angngaru adalah semacam tradisi unik dari suku Bugis-Makassar yang konon katanya diwariskan secara turun- temurun oleh para leluhur di sana.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto ke Luar Negeri, Rocky Gerung Sebut Kabinet Merah Putih Akan Dipimpin Gibran Rakabuming Raka

Tradisi tersebut juga berkaitan dengan sumpah setia atau ikrar yang diungkapkan oleh orang-orang Gowa pada masa lampau.

Secara umum, sumpah ini diucapkan oleh seorang abdi raja kepada rajanya, ataupun sebaliknya yakni dari raja kepada rakyatnya.

Selain itu, ritual atau tradisi Angngaru juga mengandung sebuah pesan atau makna yang hendak disampaikan.

Baca Juga: Siapa Vanessa Nabila? Sederet Fakta Wanita Cantik yang Diduga Punya Hubungan dengan Cagub Jawa Tengah Ahmad Luthfi

Makna mendalam lewat tradisi Angngaru ini diantaranya adalah mencerminkan kesungguhan, kesetiaan, keikhlasan, patriotisme, pantang menyerah, serta pengabdian yang bisa dipercaya dan amanah pada tanggung jawab.

Tradisi tersebut ternyata juga berhubungan dengan dengan sastra kebudayaan Makassar, di mana berbagai pesan yang ingin diungkapkan dalam Angngaru sering kali dilakukan melalui syair-syair.

Halaman:

Tags

Terkini