SketsaNusantara.id - Jawa Timur tak lama lagi akan memilih calon-calon pemimpin yang semuanya perempuan, artinya Jawa Timur akan segera dipimpin oleh perempuan yang sudah ratusan tahun tak pernah lagi dipimpin oleh perempuan.
Dalam sejarah panjang Kerajaan Majapahit yang masuk wilayah Jawa Timur saat ini terdapat satu ratu yang menjadi pemimpin terakhir di kerajaan ini, ia adalah Ratu Dyah Suhita.
Ratu Dyah Suhita, yang juga dikenal sebagai Ratu Kencono Wungu, adalah pemimpin perempuan terakhir di Kerajaan Majapahit. Ia dilantik menjadi ratu pada tahun 1429 dan memerintah hingga kematiannya pada tahun 1447.
Baca Juga: Kisah Arca Suci Candi Bocok, Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Penuh Misteri di Pelosok Malang
Selama masa pemerintahannya, Dyah Suhita menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik internal dan perang, seperti Perang Paregreg, yang mengancam stabilitas kerajaan.
Kerajaan Majapahit yang dimulai sejak abad ke 13, hanya ada dua ratu yang memimpin kerajaan yang berpusat di Jawa Timur tersebut, yakni:
1. Ratu Tribuana Tunggadewi, yang memerintah dari tahun 1328 hingga 1350.
2. Ratu Dyah Suhita, yang memerintah dari tahun 1429-1447
Sejak dua era ratu perempuan itu maka tak ada lagi perempuan yang menduduki tahta di kawasan tersebut hingga saat ini.
Siapa Tribuana Tunggadewi
Tribuana Tunggadewi merupakan putri dari raja pendiri kerajaan Majapahit yakni Raden Wijaya yang juga merupakan raja pertama Majapahit yang memerintah dari tahun 1290 hingga 1309.
Tribuana Tunggadewi juga merupakan adik tiri dari Raja Jayanegara yang memerintah Majapahit dari tahun 1300 hingga 1328.
Ia juga merupakan ibu dari Hayam Wuruk, raja yang memerintah Majapahit pada masa ke emasannya yakni tahun 1350 hingga 1389.