SketsaNusantara.id – Kisah keagungan Kerajaan Majapahit hingga kini masih menjadi topik menarik yang terus dibicarakan.
Luasnya wilayah kekuasaan Majapahit meninggalkan jejak peninggalan bersejarah di berbagai wilayah, termasuk di pedalaman Malang, Jawa Timur.
Salah satu peninggalan bersejarah yang ditemukan adalah Candi Bocok, yang terletak di Dusun Bocok, Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.
Desa ini, yang berada di ketinggian 437 meter di atas permukaan laut dan terletak di antara Gunung Arjuno dan Gunung Kelud, menyimpan sejarah panjang kejayaan Majapahit.
Candi Bocok menjadi saksi bisu peradaban masa lalu yang megah, dan peninggalan ini diyakini telah berdiri sejak tahun 1437 Masehi.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Kemendikbud.kebudayaan.go.id, Candi Bocok terdiri dari dua bangunan candi yang diberi nama Candi Lanang dan Candi Wadon. Keduanya memiliki ukuran yang sama, yaitu 4,5 x 4 x 1,5 meter kubik.
Meskipun candi ini tidak utuh lagi, peninggalan tersebut tetap menjadi daya tarik bagi para peneliti sejarah dan masyarakat sekitar.
Salah satu keunikan dari Candi Bocok adalah struktur bangunannya yang berbeda dari candi-candi pada umumnya.
Candi ini tidak memiliki atap organik, hanya berupa struktur dasar saja. Tangga yang menghubungkan bagian-bagian candi terbuat dari batu andesit, sementara badan candi terbuat dari batu bata.
Selain itu, candi ini juga dilengkapi dengan dua arca suci, yaitu patung Dewi Durga dan Dewa Siwa, yang menjadi pusat perhatian masyarakat setempat.
Kisah menarik menyelimuti kedua arca suci ini. Pada tahun 1973, arca-arca tersebut sempat dicuri dan diselundupkan ke luar negeri melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.