jelajah

Apa Itu Paduraksa? Inilah Pintu Gerbang Bangunan Penting dari Masa Klasik Nusantara Khususnya di Wilayah Jawa dan Bali

Selasa, 15 Oktober 2024 | 09:30 WIB
Gerbang Paduraksa di Kuil Tirta Empul Bali. (Instagram.con/@utkarsh516.)

 

SketsaNusantara.id- Paduraksa atau pelindung merupakan bangunan dengan bentuk mirip gapura dan mempunyai atap penutup yang biasanya dapat ditemukan pada arsitektur kuno di Jawa dan Bali.

Fungsi paduraksa ini digunakan sebagai pembatas dan gerbang akses penghubung antarkawasan dalam suatu area bangunan khusus.

Bangunan paduraksa juga bisa dijumpai di bagian gerbang masuk bangunan klasik, terutama di Jawa dan Bali, diantaranya area keraton, makam keramat, serta pura dan puri yang dikutip SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.

Baca Juga: Cerita Panji, Kisah Cinta Populer dari Tanah Jawa yang Terpahat di Candi Era Majapahit, Karya Sastra Bernuansa Nusantara

Walaupun begitu, ada juga rumah di masa sekarang yang dapat dikatakan sudah modern masih memakai gapura semacam ini.

Pada dasarnya paduraksa memang sebuah pintu gerbang, namun secara disiplin gaya bangunannya mengikuti gaya pada candi.

Paduraksa terdiri dari tiga bagian yaitu kaki atau landasan tempat tangga, tubuh bangunan tempat gawang pintu, serta atap bersusun dengan tambahan kemuncak atau mastaka.

Baca Juga: Situs Candi Kimpulan Sebagai Tanda Nuansa Pendidikan yang Nyempil di Area Kampus UII Yogyakarta, Gaya Arsitekturnya Tak Lazim?

Selain itu, bangunan ini juga dilengkapi lawang (lubang gawang pintu) yang terbuat dari kayu berukir dan daun pintu.

Bangunan paduraksa terkadang disebut dengan nama "kori agung" dimana hal itu adalah adaptasi dari gopuram (gapura) dalam arsitektur masa Hindu dan Buddha di Nusantara.

Beberapa paduraksa yang dapat dijumpai di sejumlah kompleks percandian di Jawa Tengah, khususnya pada abad ke-8 dan ke-9 di antaranya Candi Prambanan, Plaosan, dan gapura kompleks Ratu Boko.

Baca Juga: Hal Tersembunyi Candi Mantup yang Kini Hanya Berwujud Sisa Reruntuhan, Ternyata Berfungsi Menggelar Upacara Ini...

Selanjutnya memasuki era kekuasaan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur, bentuk atap gapura paduraksa semakin tinggi menjulang dengan perawakan yang lebih langsing, misalnya pada Candi Bajangratu.

Halaman:

Tags

Terkini