Selain ahli menggunakan senjata keris, pedang dan tombak, pasukan Legiun Mangkunegaran juga dilatih memakai senjata api dan meriam.
Pasukan Legiun Mangkunegaran pun menjadi satuan militer yang dilatih dalam budaya Barat dan Jawa hingga memiliki 1.150 prajurit.
Baca Juga: Asal-usul Margolunyu, Tameng Alam Pasukan Diponegoro: Jadi Strategi Jitu Melawan Tentara Belanda
Pasukan Legiun Mangkunegaran juga pernah terlibat dalam sejumlah perang besar seperti Perang Jawa, Perang Aceh hingga melawan Jepang tahun 1942.
Tak heran jika pada zamannya, Legiun Mangkunegaran disebut-sebut sebagai pasukan militer terbaik di Nusantara.
Kedati berasal dari Mangkunegara hingga dipimpin langsung oleh Mangkunegara II, namun pasukan ini rupanya berada di bawah komando dari Gubernur Hindia Belanda.
Lalu pada tahun 1811 sat Hindia Belanda jatuh ke tangan Inggris, Legiun Mangkunegaran pun menjadi bagian dari pasukan Gubernur Jenderal Janssens.
Setelah Indonesia merdeka, pasukan Legiun Mangkunegaran secara resmi dibubarkan karena dirasa sudah tak lagi relevan.
Apalagi saat itu, Tentara Nasional Indonesia telah hadir sebagai angkatan bersenjata Republik Indonesia hingga saat ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!