SketsaNusantara.id - Terukir dalam sejarah Nusantara, bahwa ada satu sosok tersohor yang tercatat dalam kitab Pararaton sebagi pencetus sumpah yang begitu bersejarah bagi negeri.
Sosok tersebut bernama Mahapatih Gajah Mada, Mahapatih sekaligus panglima perang dari Kerajaan Majapahit yang mencetuskan satu sumpah bernama sumpah palapa, sebuah sumpah yang telah berhasil satukan Nusantara.
Gajah Mada yang legendaris dengan sumpah palapa tersebut dikenal sebagi sosok pemberani dan tersohor sehingga cerita tentang sosoknya dan kehebatannya kadang terasa tak manusiawi.
Gajah Mada yang memiliki nama asli Jirnodhara kita kenal selama ini sebagai seorang panglima perang dan patih yang sangat berpengaruh pada zaman kerajaan Majapahit, sebuah kerajaan besar di Pulau Jawa.
Segala kisah Gajah Mada selama ini hanya menggambarkan bahwa ia sosok yang sangat istimewa, gagah berani dan tersohor, namun tak banyak yang tahu bagaimana kisah cinta sang Mahapatih sebagai seorang manusia biasa hingga lahirlah seorang pemuda yang namanya tertulis dalam sebuah prasasti di Bali.
Terukir dalam sejarah, sebuah sumpah yang dilakukan Gajah Mada yakni Sumpah Palapa yang tersohor hingga tercatat di Kitab Pararaton sebagai sumpah yang mempersatukan wilayah Nusantara.
Sumpah Palapa yang dicetuskan Mahapatih Gajah Mada adalah sumpah dimana ia bersumpah tak akan menikmati sesuatu yang bersifat keduniawian sebelum berhasil menyatukan wilayah Nusantara.
Rupanya pada saat itu, salah satu kenikmatan duniawi yang dimaksud adalah wanita yang dianggap salah satu kenikmatan keduniawian bagi laki-laki.
Gajah Mada juga mengartikan wanita sebagai sebuah kelemahan bagi pria sehingga jika melayani wanita maka pria akan lemah dan akan menghambat langkahnya sebagai pria.
Untuk itu sebagai mahapatih besar di Kerajaan Majapahit ia tak akan mau diganggu oleh hal sekecil apapun demi kebesaran nama Majapahit, hal itu juga berlaku bagi yang berkaitan dengan perempuan.
Namun puluhan tahun berselang, di Kerajaan Majapahit tiba-tiba muncul satu sosok pemuda bernama Arya Bebed yang konon sedang mencari sosok Gajah Mada ke Kerajaan Majapahit.