Kesuksesan Haji Bilal membuat batiknya yang memiliki ciri khas warna cokelat kelam dijual hingga ke wilayah Batavia hingga Sumatera.
Sayangnya, usaha batik yang memiliki tagline ‘Untung Sedikit, Jual Banyak’ ini tak berlangsung lama.
Setelah Haji Bilal meninggal dunia pada 1948, usahanya hanya mampu bertahan hingga tahun 1960.
Oleh keturunannya, Firma Haji Bilal dibekukan atau berhenti beroperasi.
Sementara beberapa bangunan yang menjadi aset keluarga di jalan KH. Ahmad Dahlan Yogyakarta disewakan kepada pihak kedua.
Menariknya, salah satu rumah milih Haji Bilal Atmojoewana pernah ‘dipinjamkan’ oleh ahli warisnya kepada Abdurrahman Baswedan, kakek Anies Baswedan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!