SketsaNusantara.id - Yogyakarta dan Solo dikenal sebagai kota batik di kalangan wisatawan.
Perdagangan batik di kedua wilayah tersebut juga cukup subur.
Bahkan Yogyakarta pernah melahirkan pengusaha batik legendaris yang dijuluki Raja Batik Yogyakarta.
Ia adalah Haji Bilal Atmojoewana, pengusaha batik yang terkenal pada masanya.
Haji Bilal Atmojoewana mendirikan perusahaan batik bernama Firma Haji Bilal pada tahun 1912.
Haji Bilal yang saat itu masih berusia 19 tahun memproduksi hingga menjual sendiri batik buatannya tersebut.
Usaha batiknya pun berkembang pesat hingga ia memiliki sejumlah pabrik dan 700 pegawai.
Salah satunya berada di Ngabean Straat, atau yang saat ini dikenal sebagai Jalan KH Ahmad Dahlan Yogyakarta sepert dikutip SketsaNusantara.id dari YouTube lawasanbatik.
Usaha batik Haji Bilal Atmojoewana juga berhasil bertahan di tengah krisis malaise pada tahun 1930.
Trik Haji Bilal Atmojoewana dalam bertahan di tengah menurunnya banyak sektor ekonomi di Hindia Belanda antara lain menjual batik cap hingga memproduksi seledang dan sarung.
Trik ini mengantar Firma Haji Bilal keluar dari krisis ekonomo dunia dan menjadikan perusahaannya semakin berkibar sebagaimana dikutip dari buku Haji Bilal Atmojoewana: Raja Batik dari Yogyakarta karya Muhammad Husnil dan Yudi Anugra.