jelajah

Jangan Dipakai ke Pernikahan! Inilah Motif Batik Tertua Peninggalan Mataram, Dulu hanya Boleh Dipakai Keluarga Kerajaan

Rabu, 2 Oktober 2024 | 07:30 WIB
Proses pembuatan motif batik (Pixabay/Mahmur Marganti)

Di masyarakat umum, Batik dengan motif parang dikenal juga dengan nama Batik Parang

Sayangnya, masih ada yang menggunakan Batik Parang saat menghadiri pesta pernikahan.

Padahal, Batik Parang tidak boleh sembarangan digunakan, salah satunya saat menghadiri pernikahan.

Baca Juga: 12 Link Twibbon Hari Batik Nasional 2024 Desain Keren dan Unik Cocok untuk Ucapan di Medsos Instagram dan WhatsApp Gratis

Walau terlihat sederhana, motif batik ini memiliki filosofi yang tinggi.

Batik yang memiliki motif seperti huruf ’S’ yang ditulis bersambung ini memiliki makna yang menyiratkan kekuatan dan pertumbuhan yang hanya boleh digunakna oleh Raja.

Hal ini yang membuat Batik Parang hanya boleh digunakan oleh keluarga kerajaan.

Baca Juga: Konon Jadi Bekas Petirtaan di Zaman Kerajaan Mataram Kuno, Situs Payak di Bantul Yogyakarta Ini Dibangun Pada Abad ke-9

Kedati demikian, saat ini batik motif Parang bisa dipakai oleh masyarakat umum.

Hanya saja masyarakat umum dilarang memakai Batik Parang di area keraton.

Nama Parang sendiri diambil dari kata pereng yang berarti lereng atau batuan karang.

Baca Juga: Terlilit Utang, Raja Mataram Amangkurat II Menggadaikan Daerah di Jawa Tengah Ini ke VOC, Kini Namanya...

Motif batik ini diyakin diciptakan oleh Panembahan Senopati saat sedang duduk mengamati gerak ombak laut selatan.

Batik motif Parang juga menggabarkan garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal.

Hal ini rupanya menjadi lambang penghormatan hingga kesetiaan pada nilai-nilai yang benar.

Halaman:

Tags

Terkini