SketsaNusantara.id - September 1965 seharusnya menjadi bulan yang indah bagi keluarga Jenderal Ahmad Yani.
Namun peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S PKI membuat kehidupan mereka berubah total.
Bahkan menurut Amelia Ahmad Yani, anak ke-3 Jenderal Ahmad Yani, bagi mereka ini adalah bulan September kelabu.
Peristiwa G30S PKI yang merenggut nyawa sang ayah di depan mata menjadi trauma dan duka mendalam.
Ada sedikit kenangan yang diingat Amelia di detik-detik terakhir sang jenderal.
Kala itu, pada 30 September 1965 Amelia dan beberapa saudaranya menjemput Jenderal Ahmad Yani yang sedang di Jakarta.
Beberapa jam sebelum tragedi G30S PKI, Amelia mengungkapkan ada hal yang tak biasa dari sang ayah.
Jenderal Ahmad Yani menunjukkan sikap yang tak biasa kala itu.
“Bapak itu sepertinya gembira gitu, nggak tahu kenapa, biasanga kan agak pendiam,” ujar Amelia seperti dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube tvOneNews.
Ia mengungkapkan, bahwa sore itu ayahnya berjanji akan mengajaknya ke istana pada tanggal 5 Oktober, bertepatan dengan hari ABRI.
“Ada arak-arakan kata bapak, ada devile, semua bolos,” tuturnya mengingat kembali kenangan manis bersama mendiang Jenderal Ahmad Yani.