Sedangkan, batur kedua tidak mempunyai altar serta replika candi nampun ada beberapa umpak.
Diduga, Candi Kotes adalah sebagai bentuk anugerah dari Raden Wijaya kepada masyarakatnya karena telah membantunya untuk melawan Jayakatwang .
Dalam buku Thomas Stamford Raffles di bukunya yang berjudul History of Java, candi ini dulunya bernama candi Semanding.
Sementara itu, menurut Van Kinsbergen dalam Notulen 1867 bahwa candi ini dulunya bernama Candi Papoh dan pada tahun 1921 candi ini dipugar oleh Belanda.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!