SketsaNusantara.id- Kyai Dijufri Marzuki dikenal sebagai salah satu pemuka agama di wilayah Pamekasan.
Ia memiliki kisah tragis dan pilu di akhir hayatnya lantaran masuk dalam daftar korban kekejaman PKI.
Bagaimana kisahnya saat menjelang ajal? Ternyata Kyai Djufri juga memiliki kisah unik sebelum meninggal dunia.
Melansir dari YouTube Napak Tilas Perjalanan, satu tahun sebelum Kyai tersebut meninggal dunia, aa dikunjungi oleh dua orang misterius.
Dua orang tersebut mengungkap bahwa setahun kemudian akan ada ombak hitam dan kabar pilu mendalam bagi warga Pamekasan.
Setahun kemudian, terjadilah kronologi gugurnya Kyai Djufri Marzuki karena kekejaman PKI. Ia meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan.
Tokoh agama yang wafat pada tahun 1965 ini saat itu menjadi pengasuh Pondok Pesantren As-Syahidul Kabir Sumber Batu Blumbungan Pamekasan, Madura.
Satu hari, ia diundang warga Sampang untuk mengisi tausiah di sebuah pengajian. Tak disangka bahwa itu akan menjadi ceramah terakhir.
Ketika acara tersebut berakhir, Kyai hendak pulang dan ada seseorang yang mengaku ingin menemaninya pulang.
Pria tersebut mengenalkan dirinya sebagai Sarfin. Hal itu sudah menjadi kebiasaan lingkungan sekitar bahwa sebuah kehormatan bisa mengantarkan Kyai.
Sarfin pun diperkenankan untuk menemani Kyai Djufri pulang dengan menunggangi kuda. Saat di perjalanan, ia hendak turun untuk buang air kecil.