Akibatnya, para preman itu kerap terlibat konflik yang akhirnya juga merepotkan pemerintah kolonial.
Masih dilansir dari buku Mengenal Orde Baru, preman berhasil dijadikan perpanjangan tangan negara.
Namun, kehadiran preman sekaligus menjadi contoh kegagalan negara karena akhirnya kelabakan menghadapi aksi liar mereka.
Selain itu, ada fakta unik lain tentang preman di sejarah Nusantara.
Ternyata fenomena preman dan premanisme pernah tercatat dalma prasasti di candi. Artinya, usianya sangat panjang.
Catatan prasasti di sejumlah candi Indonesia menceritakan premanisme di masyarakat prakolonial dan upaya yang dilakukan kerajaan untuk mengatasinya.
Salah satunya adalah Prasasti Mantyasih yang bertahun 907 Masehi dan terletak di sekitar Gunung Sumbing, Jawa Tengah.
Prasasti itu mencatat kecemasan dan ketakutan warga Desa Mantyasih karena ulah para penjahat. Akhirnya, Raja Rakai Watukura Dyah Balitung mengerahkan pasukan dengan 5 patih untuk memberantas aksi mereka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!