jelajah

Prasasti Cane di Lamongan yang Dikenal Sebagai Tanda Situs Kuno Awal Berdirinya Kerajaan Kahuripan, Ternyata Terselip Kisah Ini...

Jumat, 27 September 2024 | 22:00 WIB
Situs Prasasti Cane di Desa Cane Lamongan. (Youtube.com/@Wong Kuno Channel.)

SketsaNusantara.id- Prasasti Cane adalah situs peninggalan kuno dari era kekuasaan Raja Airlangga yang tertulis angka tahun 943 saka atau 1021 Masehi.

Prasasti Cane ini juga prasasti yang pertama kali dikeluarkan untuk oleh Kerajaan Kahuripan atau Daha saat masa pemerintahan raja Airlangga.

Hal tersebut tampak pasa pada bagian Sambandha-nya atau alasan Prasasti Cane ini dikeluarkan oleh raja.

Baca Juga: Situs Kuno Sendang Made yang Lokasinya Terpencil di Kawasan Gunung Pucangan, Ternyata Menyimpan Kisah Pelarian Kerajaan Kahuripan

Ternyata saat itu sedang memasuki fase konsolidasi dimana raja memberikan status sima kepada Desa Cane atas dasar rasa simpati.

Saat itu warga masyarakat di Desa Cane yang telah membantu raja dalam peperangan dengan bersedia menjadikan tempatnya sebagai "Penepi Kulwan" atau benteng pertahanan.

Selain itu, ada Prasasti Cane ini yakni dibubuhi oleh tanda kerajaan Garuda Muka yang merupakan ciri khas Kerajaan Kahuripan era Airlangga.

Baca Juga: Konon Jadi Hotel di Zaman Kerajaan Majapahit, Inilah Situs Umpak Balekambang Blitar yang Sangat Bersejarah

Isi dari pasasti Cane ini diantaranya menyebutkan bahwa letak Keraton Raja Airlangga berada di Wwatan Mas.

Selain itu dikatakan pula bahwa ada beberapa bangsa asing seperti India, Vietnam, Burma dan lain sebagainya yang menetap di kawasan tersebut akan dikenai pajak.

Ada pula cerita lokal turun temurun bagi masyarakat di Desa Cane mengenai kisah Raja Airlangga yang singgah di desa itu berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Jejak Peradaban Nusantara.

Baca Juga: Misteri Kerajaan yang Hancur Karena Bencana, Tuhan Murka? Terungkap Kisah Raja di NTB dengan Sosok Habib

Raja Airlangga diceritakan sebagai seorang lelono atau pengembara yang melewati Sungai Berantas yang nantinya akan sampai di Desa Cane.

Saat ia melewati sungai yang bernama Dung Bedes, raja Kahuripan itu terpesona dengan seorang gadis yang sangat cantik yang kebetulan sedang mandi disana.

Halaman:

Tags

Terkini