SketsaNusantara.id - Blitar cukup banyak menyimpan peninggalan-peninggalan bersejarah pada era Kerajaan Majapahit.
Salah satu warisan kuno di Blitar yang masih satu era dengan Kerajaan Majapahit adalah Situs Umpak Balekambang.
Merujuk laman sidita.disbudpar.jatimprov.go.id, situs Umpak Balekambang telah menjadi tempat bersemedi dan istirahat bagi para raja sejak zaman kerajaan Kediri hingga Majapahit.
Bisa dikatakan, Situs Balekambang adalah hotel-hotel kuno terdahulu.
Berikut ini sejarah Situs Balekambang yang terletak di Dusun Penataran, Kecamatan nglegok, Kota Blitar.
Sesuai namanya bentuk bangunan Situs Balekambang yakni berupa umpak batu atau alas tiang rumah yang tersusun secara berderet.
Baca Juga: Punya Gaya Singasari, Candi di Blitar Ini Konon Peninggalan Kerajaan Majapahit
Diketahui jumlah umpak batu di situs Balekambang totalnya sebanyak 36 buah.
Fungsi umpak adalah sebagai tiang penyangga sebuah bangunan, menurut perkiraan, bentuk asli Situs Umpak Balekambang berupa bangunan semacam pendopo.
Dikutip SketsaNusantara.id dari disbudpar.blitarkab.go.id, Balekambang berasal dari dua kata yakni bale yang artinya tempat persinggahan dan kambang yang artinya mengambang.
Walau begitu, sampai saat ini belum ada penelitian mendalam maupun penggalian lebih lanjut pada area Situs Balekambang.
Sehingga, Penafsiran situs Balekambang masih cukup beragam dan berbeda-beda.