SketsaNusantara.id- Letnan Jenderal TNI Hotmangaradja Pandjaitan adalah anak laki-laki dari pahlawan revolusi, Mayjen TNI Anumerta Donald Isaac Pandjaitan.
Tetapi ayah dari Hotmangaradja Pandjaitan itu harus menjadi salah satu korban dari tragedi G30S PKI pada bulan September tahun 1965 silam.
Perjuangan sang ayah, Jenderal DI Pandjaitan sebagai tentara akhirnya dilanjutkan oleh putranya Hotmangaradja Pandjaitan.
Hotmangaradja Pandjaitan berhasil menjadi anggota Baret Merah (Kopassus) dari kesatuan Infanteri dan kini diketahui sudah purnatugas.
Simak profil lengkap dari Hotmangaradja Pandjaitan putra Mayjen TNI DI Pandjaitan berikut ini yang dikutip SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.
Letnan Jenderal TNI (Purn) Hotmangaradja Pontas Pandjaitan berasal dari daerah Toba, Sumatera yang lahir pada tanggal 14 Oktober 1953.
Hotmangaradja dikenal sebagai Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Lingkungan Strategis sejak 6 Desember 2019 lalu pada masa pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin yakni dalam Kabinet Indonesia Maju.
Selain itu, jenderal bintang 3 ini pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Andorra, Monako dan UNESCO untuk periode tahun 2014 hingga 2018.
Ia adalah alumni Akademi Militer pada tahunn 1977 yang berasal dari kecabangan infanteri (Kopassus) dan jabatan terakhirnya adalah Sesmenko Polhukam.
Hotmangaraja memiliki istri yang bernama Katarina Dwi Astuti dan memiliki dua orang putra dan mereka sama-sama lulusan AKABRI yang kini berdinas di Kopassus.
Putra DI Pandjaitan itu juga mengikuti kursus Ranger terbuka untuk prajurit AD, AL, AU dan Marinir Amerika Serikat dimana pelatihannya pada Fase Benning dilakukan di Camp Rogers Fort Benning, Georgia.