jelajah

Kerajaan Galuh Purba Tak Butuh Candi untuk Pemujaan, Ciptakan Circle Stone yang Ditengarai Mampu Kuatkan Signal

Jumat, 20 September 2024 | 22:00 WIB
Circle Stone Jahiang Tasikmalaya (Tangkapan layar YouTube Angelic Vaulina )

Situs batu melingkar berbentuk unik ini terdiri dari 1 lingkaran dimana ditengah ada satu batu yang berdiri lebih tinggi dari lainnya, 1 lingkaran di dalam lingkaran dan 1 lingkaran besar yang melingkupi beberapa lingkaran dalam 1 lingkaran.

Baca Juga: Pernah Klaim sebagai Kerajaan Tertua di Nusantara, Kerajaan Salakanagara Telah Ada Sejak 130 Masehi, Begini Sejarahnya

Dari hasil penelitian batu melingkar terdapat beberapa batu yang terdiri dari :

• Batu Satangtu atau batu lingga 

Batu ini posisinya berada paling tengah dengan bentuk lebih besar dari batuan yang ada di sekitarnya yang berfungsi sebagai pusat baru melingkar.

• Batu Menhir

Untuk itu disimpulkan bahwa batuan melingkar ini merupakan tempat pemujaan bagi para resi dan manusia zaman dahulu. Dan batu melingkar ini memiliki fungsi yang sama dengan candi yakni sebagai penghubung antara manusia dengan Tuhan YME.

Baca Juga: Dimulai Dengan Melawan Ayahnya! Benarkah Kesultanan Demak Runtuh Oleh Konflik di Dalam Kerajaan?

Artinya manusia pada zaman ini tidak menggunakan batuan ini sebagai bagian yang disembah namun sebuah perwujudan dari ke Esa-an dari Tuhan YME.

Rupanya batuan melingkar di Jahiang ini merupakan susunan batu terbanyak di dunia karena jika di belahan bumi yang lain hanya ditemukan 1 atau 2 namun di Jahiang ada 37.

Secara tafsiran circle stone ini tercipta pada masa Kerajaan Galuh Sunda sebelum Kerajaan Sunda Galuh pindah ke Pakuan Pajajaran.

Baca Juga: Peradaban Trowulan Sampai ke Kalimantan Barat? Misterius, Ini Asal Usul Peninggalan Kerajaan Majapahit di Luar Pulau Jawa

Mengenai batu melingkar yang berfungsi sebagai pendermaan yang kemudian ternyata bisa memancarkan gelombang hingga memperkuat signal HT ternyata juga bisa dijelaskan.

Bahwa ketika batu melingkar tersebut disusun sedemikian rupa dengan posisi ditengah ternyata akan menimbulkan medan elektromagnetik yang jika menyangkut pada frekuensi-frekuensi yang ada di dekatnya maka signal yang tadinya lemah karena berada di pegunungan maka akan kembali kencang.

Rupanya batu-batu circle stone ini memiliki material unsur logam yang disatukan membentuk lingkaran yang kemudian terfokus pada batu satangtu atau lingga dan disanalah energi kemudian dihasilkan Medan elektromagnetik yang bisa menguatkan signal atau frekuensi.***

Halaman:

Tags

Terkini