SketsaNusantara.id - Daerah Peneleh merupakan kampung tertua yang ada di Surabaya dengan temuan Sumur Jobong peninggalan Majapahit.
Penemuan tulang manusia di dalam Sumur Jobong menjadi bukti penguat yang diperkirakan sudah berumur 600 tahun silam atau pada 1430.
Penemuan tulang manusia tersebut oleh Dispudpar Kota Surabaya langsung dikirim ke Departemen Antropologi Unair untuk diteliti.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unair, Prof Dr. Purnawan Badundoro membenarkan tentang 2 jenis tulang yang dikirimkan untuk di uji karbon usia keduanya.
"Hasil uji karbon tersebut menunjukkan bahwa tulang pertama mengacu pada periode tahun 1430-1600 Masehi, sedangkan tulang kedua mengacu pada periode 1640,"kata Purnawan.
Berdasarkan hasil uji karbon tulaang menunjukka usia tersebut sehingga Purnawan mengatakan bahwa bisa dibilang periode tulang tersebut memang berasal dari seseorang yang hidup di Kerajaan Majapahit.
Kerajaan Majapahit sudah ada di abad ke 13 hingga ke 16 pada rentang waktu 1293-1527 Masehi.
Bila disimpulkan, umur tulang di Sumur Jobong itu sudah membuktikan sudah ada kehidupan di Kampung Peneleh ketika Majapahit masih berjaya.
Penemuan Sumur Jobong juga tulang pertama kali ditemukan oleh warga dan pekerja Pemkot Surabaya pada akhir 2018 secara tidak sengaja saat penggalian saluran air untuk mengatasi banjir di jalan Pandean gang satu RT 01 RW 13 Kelurahan Peneleh Surabaya.
Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari Tiktok Eltha Story, inilah arti unik dari Sumur Jobong peninggalan Kerajaan Majapahit.
Arti jobong menurut warga sekitar adalah tanah liat yang dibakar, oleh karena itu pada bagian pinggir sumur ini terbuat dari tanah liat dan bagian luar dikelilingi batu-batuan.