SketsaNusantara.id - Mas Tirtodarmo Haryono atau yang lebih dikenal sebagai MT Haryono adalah seorang pahlawan revolusi yang menjadi korban dari peristiwa G30S PKI.
G30SPKI atau Gerakan 30 September adalah peristiwa dengan latar belakang kudeta dan terjadi pada satu malam yakni pada tanggal 30 September – 1 Oktober 1965 yang mengakibatkan enam jenderal dan satu orang perwira pertama militer dan jenazahnya dimasukkan ke Lubang Buaya.
MT Haryono menjadi salah satu korban dari peristiwa G30S PKI tersebut pada saat ia gugur ia diberi gelar Letnan Jenderal TNI (Anumerta).
MT Haryono lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 20 Januari 1924 dan dikenal sebagai anak yang cerdas.
Berikut ini adalah 4 fakta dari Letnan Jenderal TNI Anumerta MT Haryono seorang pahlawan revolusi yang menjadi korban dari peristiwa G30S PKI yang dirangkum oleh SketsaNusantara.id dari YouTube Intel Melayu.
1. Pendidikan
Ia pernah bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS) dan meneruskan pendidikannya di Hoogere Burgerschool atau HBS.
2. Sempat melanjutkan di pendidikan kedokteran
Usai menuntaskan pendidikannya di HBS, ia ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah kedokteran milik Jepang yaitu Ika Dai Gakko. Sayangnya, ia memilih keluar dan akhirnya masuk di Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
3. Memperoleh pangkat mayor jenderal
Selama masuk di TKR, ia mendapat pangkat Mayor dan pernah menduduki berbagai jabatan seperti Sekretaris Dewan Pertahanan Negara hingga Deputi III Menteri/Panglima Angkatan Darat (Menpangad) dengan pangkat Mayor Jenderal.
4. Menguasai tiga bahasa asing.