SketsaNusantara.id - Jika kita berbicara tentang sejarah revolusi di Indonesia maka ada satu tokoh penting yang tak bisa dipisahkan dari peristiwa bersejarah tersebut.
Ia adalah Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Siswondo Parman, lebih dikenal sebagai S. Parman yang merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia yang terlibat dalam peristiwa G30S/PKI.
Sebagai salah tokoh penting dalam sejarah revolusi Indonesia pasti akan membuat banyak orang bertanya siapa sebetulnya tokoh S. Parman yang merupakan salah satu tokoh yang jasadnya ditemukan di dalam lubang buaya, ini dia profilnya dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari laman Kemendikbud.
Baca Juga: Inilah Profil Letnan Jenderal Suprapto, Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam G30S PKI di Lubang Buaya
Masa Muda S. Parman
Letjend (Anumerta ) S. Parman adaalh anak ke 6 dari 11 bersaudara yang lahir pada 4 Agustus 1918 di Wonosobo Jawa Tengah, Indonesia dari seorang ayah bernama Kromonodiharjo dan memiliki kakak laki-laki bernama Ir Sakirman yang kemudian hari akan menjadi petinggi di Partai Komunis Indonesia (PKI).
Parman muda menyelesaikan pendidikan di HIS lalu melanjutkan melanjutkan pendidikan dari tingkat MULO hingga lulus pada tahun 1940 dari sekolah tinggi di kota Yogyakarta (AMS-B).
Setelah lulus ia melanjutkan masuk sekolah kedokteran, namun sayangnya sekolah kedokteran nya harus ditinggalkan karena Jepang menyerang pada tahun 1942.
Parman kemudian bekerja sebagai penerjemah bagi Kempeitai yang merupakan seorang polisi Jepang untuk polisi militer Kempeitai Jepang.
Karier Militer
S. Parman memulai karier militernya setelah Indonesia merdeka, ia bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
Baca Juga: Apa Itu Angkatan Kelima PKI? Satu Gagasan Bentukan Pemimpin PKI yang Ditolak Letjen Ahmad Yani
Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Staf Markas Besar Polisi Tentara di Yogyakarta.