Salah satu peninggalan yang paling mencolok adalah Istana Raja Larantuka, rumah tua berarsitektur Belanda yang masih berdiri kokoh.
Terletak di Kelurahan Pohon Sirih, Kecamatan Larantuka, istana ini menjadi saksi bisu dari kejayaan masa lalu kerajaan yang dikenal luas.
Dekat istana terdapat patung Bunda Maria setinggi 1,5 meter, mengenakan jubah biru sambil menggendong anak kecil.
Serta Taman Doa dengan patung Pieta yang menggambarkan Bunda Maria memeluk Yesus.
Istana ini dibangun pada 1887 oleh Raja Don Lorenso Diaz Viera de Godinho dan sempat beberapa kali direnovasi setelah serangan Jepang dan gempa bumi.
Meskipun begitu, keaslian bangunan tetap dipertahankan.
Kayu, lantai, dan pintu-pintu istana masih terlihat asli meskipun waktu telah berlalu.
Bagian dalam istana menyimpan cerita sejarah yang memikat.
Terdapat empat kamar tidur, ruang keluarga, dan ruang tamu yang dihiasi poster permaisuri Raja Don Lorenzo III dan foto-foto keluarga kerajaan.
Peninggalan penting lainnya termasuk meriam kuno peninggalan Portugis serta meja batu yang digunakan untuk ritual adat.
Semua ini menjadikan istana sebagai salah satu simbol terkuat dari warisan Kerajaan Larantuka.
Meskipun Larantuka tak lagi berstatus kerajaan, tradisi adat dan budaya warisan kerajaan tetap dijaga dan dihormati hingga saat ini.