Sejarah Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani bermula sekitar tahun 1930-1940, saat wilayah Menteng dan Gondangdia sedang berkembang.
Rumah tersebut awalnya milik pejabat maskapai penerbangan Belanda yang
kemudian dikelola oleh Dinas Perumahan Tentara pada tahun 1950.
Selanjutnya dari Dinas Perumahan Tentara, rumah tersebut dijadikan tempat tinggal oleh Ahmad Yani, Menteri/Panglima Angkatan Darat RI.
Sebagai museum yang menceritakan perjuangan Ahmad Yani menjadi pahlawan revolusi, tentu memiliki artefak atau peninggalan bersejarah
Artefak di Museum Sasmitaloka memperlihatkan sisi personal dan profesional Jenderal Ahmad Yani.
Baca Juga: G30S PKI, Indonesia Jadi Sorotan Media-Media Asing dari Pro hingga Kontra
Bukan hanya itu, terdapat barang-barang-barang di Jenderal Ahmad Yani sekeluarga seperti cincin, kacamata, keris, dan tongkat komando.
Adapun juga sebuah replika pakaian tidur Ibu A. Yani yang dikenakan saat membersihkan lantai ketika suaminya tewas.
Pada bagian belakang Museum, terpajang kenangan-kenangan jenderal kesayangan Bung Karno tersebut.
Kenang-kenangan Jenderal Ahmad Yani diantaranya foto keluarga besar, foto karir Ahmad Yani hingga adanya foto-foto rekonstruksi penembakan Letjen Ahmad Yani.
Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani ditetapkan secara resmi pada 1 Oktober 1966 oleh Menpangad Mayjen Soeharto.
Penetapan rumah Jenderal Ahmad Yani menjadi sebuah museum diketahui setelah setelah Ibu A Yani dan putera-puterinya menyerahkan rumah beserta isinya kepada negara.
Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani dibuka untuk umum dengan jam operasional yang buka pada Selasa hingga Sabtu mulai pukul 08:00 - 16:00 WIB dan tutup pada hari Senin. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!