Selain memperluas kekuasaan, Balaputradewa juga menjadikan Sriwijaya pusat agama Buddha Mahayana yang dihormati di seluruh Asia Tenggara.
Catatan pendeta Tiongkok terkenal, I Tsing, menggambarkan Sriwijaya sebagai pusat pembelajaran Buddha yang berkembang pesat, dengan seorang pendeta bernama Sakyakirti yang memiliki ribuan murid.
Sriwijaya pada masa itu menjadi rumah bagi sarjana-sarjana Buddha, memperkuat peran kerajaan ini sebagai pusat spiritual dan intelektual di Asia.
Kesuksesan Balaputradewa tidak hanya dalam aspek kekuasaan dan agama, tetapi juga diplomasi.
Hubungan eratnya dengan Kerajaan Benggala di India, yang diperkuat melalui persahabatan dengan Raja Dewapala Dewa, menjadikan Sriwijaya sebagai kekuatan diplomatik yang diperhitungkan di wilayah tersebut.
Hal ini semakin menegaskan posisinya sebagai penguasa yang bijaksana dan visioner.
Di bawah kepemimpinan Balaputradewa, Sriwijaya berkembang menjadi kerajaan yang sangat makmur dan dihormati.
Warisannya sebagai raja yang membawa Sriwijaya ke puncak kejayaan masih dikenang hingga saat ini, menjadikan namanya abadi dalam sejarah sebagai salah satu pemimpin terbesar Nusantara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!