SketsaNusantara.id- Kerajaan Sriwijaya pernah menjadi simbol kejayaan Nusantara dengan kekuasaan yang tak tertandingi di Asia Tenggara.
Berdiri sejak tahun 650 hingga 1377 Masehi, pusat kerajaan ini terletak di Palembang, Sumatera Selatan, dan wilayah kekuasaannya membentang luas hingga ke seluruh Sumatera, Semenanjung Malaya, bahkan mencakup Thailand, Kamboja, dan Vietnam.
Di bawah kepemimpinan Raja Balaputradewa, Sriwijaya memasuki masa keemasan, menjelma menjadi kerajaan maritim terkuat di kawasan tersebut.
Melansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @jendela.tetangga, Balaputradewa, yang naik tahta pada tahun 860 Masehi, merupakan anggota Wangsa Sailendra dari Jawa.
Meski berasal dari garis keturunan Medang atau Mataram Kuno, nasib membawanya ke Sumatera setelah kalah dalam perebutan kekuasaan melawan Rakai Pikatan, suami dari Pramodawardhani, saudara tirinya.
Namun, tidak semua sejarawan sepakat dengan versi ini, ada yang meyakini bahwa Balaputradewa pindah ke Sumatera sebagai pewaris sah Kerajaan Sriwijaya dari pihak ibunya, Dewi Tara.
Setibanya di Sumatera, Balaputradewa berhasil dinobatkan sebagai raja Sriwijaya dan membawa kerajaan ini pada puncak kejayaannya.
Di bawah kepemimpinannya, kekuasaan Sriwijaya meluas hingga mencakup hampir seluruh Sumatera, sebagian Jawa, Thailand Selatan, Kamboja, dan Semenanjung Malaya.
Tak hanya menjadi kerajaan terkuat di wilayah ini, Sriwijaya juga berkembang menjadi pusat perdagangan dan pelayaran internasional, memainkan peran penting di jalur perdagangan rempah-rempah yang sangat strategis.